Senin, 20 April 2026

Kendaraan Listrik

Baterai Omoda E5 Disebut Drop hingga 0 Persen, Unggahan Konsumen Ramai Dikomentari Warganet

Warganet mempertanyakan penyebab, mulai dari pola fast charging hingga dugaan gangguan software.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KENDARAAN LISTRIK - Mobil listrik Chery Omoda E5. Media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang pemilik mobil listrik Chery Omoda E5 yang mengaku mengalami gangguan pada baterai kendaraannya. 

Ringkasan Berita:
  • Unggahan pemilik Omoda E5 di grup Facebook menyebut battery health mobilnya 0 persen dan telah dua pekan diperbaiki tanpa kejelasan.
  • Warganet mempertanyakan penyebab, mulai dari pola fast charging hingga dugaan gangguan software.
  • Hingga berita diturunkan, Chery belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang pemilik mobil listrik Chery Omoda E5 yang mengaku mengalami gangguan pada baterai kendaraannya.

Unggahan tersebut disampaikan akun Didi Siswanto di grup Facebook Omoda E5 Indonesia (OE5I) pada Minggu (1/3/2026).

Dalam postingannya, Didi menyebut kondisi kesehatan baterai (battery health) mobilnya menunjukkan angka 0 persen dan telah hampir dua pekan menjalani perbaikan di diler Chery Balikpapan tanpa kejelasan perkembangan.

Baca juga: Jaecoo Melaju dengan Teknologi SHS, Omoda Luncurkan C7 Kenalkan C3 ke Pasar Global 

"Mobil saya batery healthnya 0 persen sudah hampir 2 minggu perbaikan di Chery Balikpapan sampai sekarang ga ada update-nya," tulis Didi di grup tersebut dikutip Tribunnews.com, Senin (2/3/2026).

Unggahan itu langsung menuai beragam komentar dari sesama anggota grup. Ridwan Fariz mempertanyakan penyebab kondisi tersebut.

"Kok bisa sampai 0 persen? Odo sudah jalan berapa kilometer om?" tulisnya.

Komentar lain datang dari Dan Sidan yang menyinggung pola pengisian daya. "Sering ngecharge fast charging ccs2 ga om model 2024 2025 baterainya masih life time warranty pakai BYD lebih awet," ujarnya.

Yusvi turut mengkritisi proses perbaikan. "Garansi panjang gak ada artinya kalau perbaikannya gak jelas dan makan waktu sangat lama, kalau memang perusahaan bonafit pasti ganti part baru gak nunggu investigasi ini itu nyari-nyari kesalahan customer kayak produk KIA," tulisnya.

Derian Muljadi juga mempertanyakan kronologi kerusakan tersebut. "Itu gimana ceritanya om bisa sampai 0 persen?" katanya.

Sementara itu, Dhoddie Cobran menduga kemungkinan gangguan yang terjadi pada E5 berasal dari sisi perangkat lunak.

"Mungkin ada software bermasalah bukan kondisi real batrai yang drop menurut saya, karena fisik baterai yang terdiri dari micro sel seperti Lithium secara teknis tidak mungkin tiba2 hilang energinya," komentarnya.

Ady Nurhakim membandingkan kasus ini dengan pengalaman merek lain. "Seperti kasus Wuling Air ev tempo hari baterai gembung tapi tidak bisa klaim warranty karena alasan tertentu dan konsumen sangat dirugikan karnea harga baterai yang sangat mahal," tulisnya.

Sebagai informasi, Chery Omoda E5 resmi diluncurkan di Indonesia pada 5 Februari 2024 oleh PT Chery Sales Indonesia.

SUV listrik ini dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh. Chery mengklaim, dengan baterai tersebut Omoda E5 mampu menempuh jarak hingga 430 kilometer berdasarkan metode WLTP dan 505 kilometer dengan metode NEDC dalam sekali pengisian penuh.

Baterainya juga mendukung fitur Ultra Fast Charging, yang diklaim dapat mengisi daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 28 menit.

Dari sisi performa, Omoda E5 dibekali motor listrik bertenaga 150 kW atau setara 204 hp, dengan torsi puncak 340 Nm.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Chery terkait unggahan konsumen tersebut.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved