Sering Luput dari Perhatian, Ban Ternyata Jadi Kunci Penghematan Biaya Operasional Mobil Listrik
Tren kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus meroket seiring dengan naiknya harga bahan bakar dan berbagai insentif pajak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus meroket seiring dengan naiknya harga bahan bakar dan berbagai insentif pajak.
Namun, di balik efisiensi pengisian daya dan perawatan mesin yang minim, ada satu komponen vital yang sering luput dari perhatian pemilik EV: ban.
Meski terlihat serupa dengan ban mobil konvensional, ban pada kendaraan listrik sebenarnya memikul beban kerja yang jauh lebih berat.
Karakteristik EV yang memiliki bobot baterai besar serta torsi instan yang tinggi membuat ban cenderung lebih cepat aus.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa ban pada kendaraan listrik dapat mengalami keausan 15–20 persen lebih cepat dibandingkan mobil berbahan bakar bensin (ICE).
Jika tidak disikapi dengan pemilihan komponen yang tepat, hal ini justru bisa memicu pemborosan pada biaya perawatan jangka panjang atau Total Cost of Ownership (TCO).
National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menjelaskan bahwa penghematan pada mobil listrik seharusnya dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari biaya listrik per kilowatt-jam (kWh).
"Ban yang dirancang khusus untuk EV berperan dalam menjaga performa sekaligus efisiensi biaya operasional. Teknologi seperti hambatan gulir yang rendah sangat krusial agar baterai tidak cepat boros dan jarak tempuh kendaraan bisa lebih maksimal," ujar Apriyanto.
Baca juga: Minat Beli Mobil Listrik Naik, BYD Enggan Dikaitkan dengan Lonjakan Harga BBM
Salah satu inovasi yang dikembangkan Hankook melalui lini iON adalah teknologi i-Extreme Lightness.
Teknologi ini diklaim mampu memperpanjang usia tapak ban hingga 15% dibandingkan ban standar. Bahkan, penggunaan material Pro Durable Compound disebut mampu mengoptimalkan jarak tempuh mobil listrik hingga angka yang cukup signifikan.
Selain masalah keausan, ban mobil listrik menghadapi tantangan pada aspek akustik dan traksi.
Tanpa suara mesin, kebisingan dari gesekan ban dengan aspal akan terasa lebih dominan di dalam kabin.
Selain itu, torsi instan EV menuntut ban memiliki daya cengkeram (grip) yang lebih kuat agar tidak mudah selip saat akselerasi awal.
Untuk menjawab kebutuhan yang beragam, produsen kini mulai memetakan spesifikasi ban berdasarkan jenis penggunaan:
- Performa Tinggi: Untuk mobil listrik dengan mobilitas dan kecepatan tinggi.
- Perkotaan (Stop and Go): Fokus pada daya cengkeram optimal untuk akselerasi berulang di kemacetan.
- SUV Listrik: Dirancang untuk penggunaan harian intensif maupun perjalanan jarak jauh dengan beban kendaraan yang lebih berat.
Uji Coba di Lintasan Balap
Adaptasi teknologi ban EV ini sebenarnya bukan tanpa dasar.
Sejak 2022, pengembangan ban khusus ini telah diuji secara ekstrem di lintasan balap Formula E.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pemilik-EV-ban.jpg)