AceKid Resmi Hadir di Indonesia, Jadi Susu Formula Pertama Berbasis Susu Segar Alami
FEIHE luncurkan AceKid di Indonesia. Susu formula ini klaim bawa standar nutrisi anak yang selama ini hanya ada di luar negeri.
TRIBUNNEWS.COM - FEIHE International bersama Makuku resmi memperkenalkan susu formula AceKid ke pasar Indonesia melalui acara peluncuran bertajuk "Let's Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid" di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Minggu (7/6/2026).
Kehadiran AceKid Indonesia bukan tanpa alasan. Di tengah beragamnya pilihan produk nutrisi anak di pasaran, pemahaman orang tua Indonesia terhadap komposisi utama, asal-usul bahan baku, dan proses produksi dinilai masih perlu terus diperkuat, terutama di tengah tantangan kesehatan anak yang belum tuntas, mulai dari stunting, kerusakan gigi atau karies, hingga ancaman obesitas.
Sejalan dengan kebutuhan itu, AceKid hadir sebagai pilihan nutrisi yang mengedepankan transparansi komposisi, kualitas bahan baku, sekaligus proses produksi yang terjaga.
Dalam sambutannya, Pendiri dan CEO FEIHE International Leng Youbin mengatakan, kehadiran AceKid di Indonesia merupakan bagian dari komitmen FEIHE untuk membawa standar nutrisi anak Indonesia setara dengan negara-negara maju.
"Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi AceKid. Sebab, kami ingin membawa standar yang sama dengan di negara-negara maju ke Indonesia. Kami percaya, setiap anak berhak mendapatkan nutrisi yang lebih baik," ujar Leng.
Melalui AceKid, FEIHE bermaksud menghadirkan produk yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga transparan dalam hal komposisi dan sumber bahan baku sebagai bentuk edukasi yang bertanggung jawab bagi keluarga Indonesia.
CEO AceKid Indonesia Ivan Lau menjelaskan bahwa AceKid tidak berdiri sendiri. AceKid menjalankan kolaborasi strategis dengan Makuku yang selama ini telah lebih dulu dikenal sebagai merek popok inovatif di Indonesia.
Melalui kehadiran AceKid, perusahaan berupaya memperkuat dukungan bagi orang tua Indonesia, tidak hanya melalui produk nutrisi, tetapi juga melalui edukasi dan solusi yang relevan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Kehadiran AceKid diharapkan dapat melengkapi langkah Makuku untuk memberikan perlindungan menyeluruh selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak.
"Makuku dan AceKid memiliki visi dan misi yang sama, yaitu menghadirkan standar baru yang lebih tinggi bagi anak-anak Indonesia," kata Ivan.
Ke depan, Ivan menegaskan, AceKid dan Makuku akan terus berkolaborasi untuk menembus pasar bersama dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi orang tua dan anak di Indonesia.
Maka itu, AceKid juga menegaskan dukungan penuh terhadap pemberian air susu ibu (ASI) sebagai sumber nutrisi terbaik bagi bayi, terutama pada awal kehidupan.
AceKid Dibangun di Atas Riset, Bukan Sekadar Klaim
Di balik produk AceKid terdapat fondasi ilmiah yang dibangun selama bertahun-tahun melalui ekosistem riset terpadu oleh FEIHE Research Institute, yang mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari sumber bahan baku hingga manfaat yang dirasakan konsumen.
Senior Scientist FEIHE International Yang Zhang, Ph.D. menjelaskan, perbedaan mendasar AceKid dibanding produk konvensional dimulai dari bahan baku utamanya.
Susu bubuk rekonstitusi pada umumnya telah melalui proses pengeringan, penyimpanan hingga dua tahun, lalu diproses kembali sebelum sampai ke tangan konsumen. AceKid mengambil jalan berbeda dengan menggunakan natural whole milk atau susu segar yang perjalanannya dari sapi ke kemasan berlangsung dalam satu proses tanpa terputus.
"Perbedaan itu bukan sekadar soal teknis. Perbedaan ini adalah fondasi dari segalanya yang kami bangun di AceKid," terang Yang.
Yang menambahkan, susu segar utuh mempertahankan apa yang disebutnya sebagai active nutrients, yakni lactoferrin, osteopontin, HMO, dan protein bioaktif yang secara langsung mendukung sistem imun bayi yang sedang berkembang.
Baca juga: Jangan Terkecoh Klaim Kemasan, Ini Hal Penting dalam Memilih Susu Formula Anak
Hal itu diperkuat oleh studi klinis pada 2025 menggunakan model pencernaan bayi dinamis yang menemukan bahwa formula berbasis natural whole milk menghasilkan tingkat hidrolisis protein dan kandungan asam amino bebas yang jauh lebih tinggi dibandingkan formula konvensional, yang berarti lebih banyak nutrisi terserap secara efisien oleh tubuh anak.
Untuk menjaga kualitas dari hulu ke hilir, FEIHE menerapkan sistem one-step fresh, yakni proses dari peternakan milik sendiri di Provinsi Heilongjiang, China, hingga menjadi produk jadi hanya melalui satu kali aplikasi panas. Susu diolah dalam waktu dua jam setelah diperah dan menjadi produk jadi dalam tujuh hari.
Rekam jejak ilmiah yang menopang proses tersebut pun tidak main-main. FEIHE menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, menghasilkan 117 publikasi ilmiah terindeks SCI, memiliki 847 paten, menyelesaikan 12 uji klinis, serta berkontribusi dalam penyusunan 66 standar industri.
FEIHE juga bermitra dengan institusi terkemuka dunia, termasuk Harvard Medical School, Peking University, Tsinghua University, dan sejumlah lembaga riset dari tujuh negara.
"Rekam jejak ilmiah ini menjadi fondasi kepercayaan bagi FEIHE dalam menghadirkan produk yang dikembangkan berdasarkan data, riset, dan standar kualitas yang berkelanjutan," tutur Yang.
Kunci Memilih Nutrisi Anak yang Tepat: Pahami Label Komposisi
Komitmen AceKid dalam menghadirkan nutrisi yang transparan dan berkualitas turut mendapat sorotan dari sisi medis.
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K) menegaskan bahwa tantangan gizi anak di Indonesia saat ini masih menjadi persoalan yang belum tuntas.
Menurut Rini, ada tiga masalah utama yang masih membayangi, yaitu gizi kurang, gizi lebih atau obesitas, serta defisiensi zat gizi mikro, seperti zat besi dan vitamin D.
Di tengah kompleksitas masalah tersebut, Rini menekankan pentingnya peran orang tua dalam memilih produk nutrisi secara lebih kritis, khususnya dengan memahami komposisi yang tertera pada label kemasan.
"Orang tua perlu lebih kritis dalam membaca label produk nutrisi anak. Selama ini, banyak orang tua cenderung fokus pada kandungan tambahan seperti DHA, Omega-3, dan Omega-6, padahal komposisi utama penting untuk dipahami," jelas Rini.
Rini menambahkan, urutan komposisi yang tercantum pada label mencerminkan proporsi kandungan terbesar dalam produk tersebut.
Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan dari mana bahan baku utama berasal, bagaimana proses produksinya, serta ada atau tidaknya tambahan seperti gula atau pemanis tertentu.
Kebutuhan akan transparansi komposisi tersebutlah yang coba dijawab AceKid. Produk ini menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama dengan sumber yang dapat ditelusuri.
AceKid juga diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, ataupun perisa sintetik, sehingga orang tua dapat dengan mudah memverifikasi apa yang sesungguhnya dikonsumsi anak mereka.
Rini juga menyoroti risiko konsumsi gula berlebihan pada anak sejak usia dini. Bila konsumsi makanan dan minuman manis berlanjut hingga usia 2 tahun, dampaknya dapat meluas pada kemampuan bahasa dan perkembangan motorik anak.
Dalam konteks tersebut, susu berbasis susu segar dinilai lebih baik karena memiliki tahapan pengolahan yang lebih sederhana dibandingkan susu rekombinasi atau rekonstruksi yang proses produksinya lebih panjang dan berpotensi mengurangi kandungan nutrisi asli, termasuk protein.
"Dengan memahami komposisi secara lebih menyeluruh, orang tua dapat memilih produk nutrisi anak secara lebih tepat dan bertanggung jawab," terang Rini.
Komitmen AceKid terhadap transparansi komposisi itulah yang membawanya pada penghargaan Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori "Susu Formula yang Terbuat dari Natural Whole Milk dengan Sumber Susu yang Dapat Ditelusuri", yang diterima saat momentum peluncurannya di Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas inovasi AceKid dalam menghadirkan sumber bahan baku yang transparan, formulasi yang berbeda, serta nilai tambah bagi orang tua Indonesia. Penilaian mencakup tiga aspek utama, yaitu kebaruan ide inovasi, keunikan sebagai pembeda brand, dan manfaat nyata yang dihadirkan ke pasar.
Dalam kesempatan yang sama, AceKid juga memperkenalkan Denny Sumargo dan Arnold Poernomo sebagai brand ambassador.
Sebagai figur publik sekaligus sosok ayah, kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya AceKid untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya peran orang tua dalam memahami kebutuhan nutrisi anak secara lebih dekat dan relevan dengan keluarga Indonesia.
Pada acara peluncuran, FEIHE juga melakukan penyerahan donasi produk AceKid senilai Rp10 miliar melalui program sosial AceKid Generation kepada keluarga yang membutuhkan di Indonesia melalui Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBI).
Baca juga: Fakta Maltodekstrin pada Susu Formula yang Perlu Diketahui Orang Tua
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PELUNCURAN-ACEKID.jpg)