Jumat, 15 Mei 2026

BYD Ancam Perkarakan Penyebar Rumor Penguncian Baterai di Kendaraan Listrik Via OTA

BYD mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap penyebar rumor tentang "penguncian baterai" di kendaraan listrik via OTA di media sosial.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok.
RUMOR PENGUNCIAN BATERAI EV - All New 2026 BYD Seal 08 EV dan PHEV di Beijing Auto Show 2026. BYD mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap penyebar rumor tentang "penguncian baterai" di kendaraan listrik yang menjadi perbincangan di media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • BYD mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap penyebar rumor tentang "penguncian baterai" di kendaraan listrik yang menjadi perbincangan di media sosial.
  • Laporan di media sosial menyebutkan, regulator di China telah memanggil 8 perusahaan kendaraan energi baru setelah keluhan konsumen terkait fungsi "penguncian baterai" OTA.
  • Beberapa unggahan di online juga menuduh bahwa tiga produsen mobil telah diselidiki secara resmi dan dua perusahaan telah menarik paket pembaruan perangkat lunak.

 

TRIBUNNEWS.COM - BYD mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap penyebar rumor tentang "penguncian baterai" di kendaraan listrik yang menjadi perbincangan di media sosial.

Beberapa produsen mobil, termasuk BYD, Tesla, Nio, Xpeng, Zeekr, GAC Aion, dan Li Auto, membantah klaim persepsi publik di China bahwa mereka telah dipanggil oleh regulator China terkait fungsi "penguncian baterai" melalui perangkat lunak (over the air/OTA) di kendaraan listrik.

Sebelumnya, sejumlah rumor yang dihasilkan AI beredar luas di media sosial, seperti dikutip Sina.

Laporan yang beredar di media sosial menyebutkan, regulator di China telah memanggil 8 perusahaan kendaraan energi baru setelah keluhan konsumen terkait fungsi "penguncian baterai" OTA.

Beberapa unggahan di online juga menuduh bahwa tiga produsen mobil telah diselidiki secara resmi dan dua perusahaan telah menarik paket pembaruan perangkat lunak.

Media pemerintah Tiongkok, Shanghai Observer, melaporkan bahwa beberapa akun media sosial otomotif memposting ulang dan memodifikasi liputan sebelumnya, menambahkan daftar produsen mobil yang diduga terlibat.

Beberapa perusahaan mengatakan informasi tersebut salah.

Pada 9 Mei 2026 lalu BYD menyatakan bahwa klaim daring mengenai perusahaan yang "diwawancarai" atau "ditempatkan di bawah penyelidikan" oleh regulator adalah "rumor belaka."

BYD mengatakan telah mengumpulkan bukti untuk potensi tindakan hukum terhadap akun yang menyebarkan informasi palsu.

Departemen hukum Xpeng mengatakan beberapa akun media sosial menggunakan aplikasi AI untuk menghasilkan dan menyebarkan klaim bahwa "delapan perusahaan NEV diwawancarai secara kolektif" dan "tiga perusahaan diselidiki," sambil memasukkan Xpeng dalam daftar tersebut.

Baca juga: Tanggapan BYD Soal Wacana Insentif EV Berbasis Nikel Mulai Juni 2026

Perusahaan tersebut mengatakan belum menerima pemberitahuan seperti itu.

Perwakilan Tesla mengatakan kepada media Tiongkok bahwa laporan tersebut tidak akurat dan menyatakan bahwa semua pembaruan perangkat lunak menjalani pengujian dan prosedur pengajuan sebelum dirilis.

Nio mengatakan kepada media lokal bahwa mereka tidak termasuk dalam daftar wawancara yang diduga, sementara Zeekr dan GAC Aion juga mengeluarkan pernyataan yang menyangkal keterlibatan dalam pembicaraan atau investigasi regulasi apa pun.

Keluhan penguncian baterai OTA

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved