Kamis, 9 April 2026

Fenomena 'Terima Cookies?' pada Website dan Literasi Privasi Digital

Sering klik "Terima Semua" cookies saat buka website? Pahami dulu fungsi dan dampaknya bagi privasi data di era digital.

Editor: Sri Juliati
ISTIMEWA/GANESHA OPERATION
COOKIES DI INTERNET - Sering klik “Terima Semua” cookies saat buka website? Pahami dulu fungsi dan dampaknya bagi privasi data di era digital. 

TRIBUNNEWS.COM - Perkembangan zaman yang semakin masif mendorong keterhubungan internet dalam hampir setiap aktivitas sehari-hari.

Di Indonesia, tren penggunaan internet terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, penetrasi internet semakin meluas. 

Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia pada 2025 telah menembus angka 80 persen. Artinya, delapan dari sepuluh penduduk Indonesia kini telah terkoneksi internet.

Namun di balik rutinitas digital yang tampak sederhana, ada satu fenomena yang hampir selalu muncul ketika seseorang membuka sebuah situs web yaitu pop-up bertuliskan persetujuan cookies. 

Hampir setiap pengguna internet pernah menemukannya, sebuah notifikasi yang meminta persetujuan untuk menerima atau menolak cookies sebelum melanjutkan akses.

Cookies yang dimaksud tentu bukan kudapan manis yang akan dikirimkan ke rumah, melainkan mekanisme digital yang berkaitan dengan penyimpanan informasi dalam aktivitas berselancar di internet

Pertanyaannya, mengapa hampir semua situs kini meminta persetujuan tersebut? Apa sebenarnya fungsi cookies, dan sejauh mana dampaknya bagi generasi muda yang tumbuh dalam ekosistem digital?

Apa Itu Cookies dalam Konteks Website?

Setelah memahami bahwa hampir setiap situs kini meminta persetujuan pengguna terkait cookies, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah, "apa sebenarnya cookies dalam konteks internet?"

Secara teknis, cookies merupakan potongan data kecil (small bits of data) yang dikirimkan dari dan ke browser untuk membantu mengidentifikasi pengguna. 

Mengacu pada penjelasan dari situs resmi Microsoft, ketika seseorang membuka sebuah situs web, browser akan mengirimkan data tertentu ke server yang mengelola situs tersebut. Data tersebut umumnya berbentuk rangkaian angka dan huruf dalam sebuah file teks kecil.

Setiap kali pengguna mengakses situs baru, sistem dapat membuat cookie dan menyimpannya dalam folder sementara di perangkat.

Dari sinilah cookie bekerja, mencocokkan preferensi pengguna berdasarkan kebiasaan membaca, melihat, atau melakukan transaksi.

Baca juga: Aktivitas Sesar Lembang: Ancaman Diam yang Terbukti Aktif

Analogi sederhananya seperti kertas kecil bertuliskan angka sebagai tanda saat seseorang menitipkan helm di pusat perbelanjaan. 

Tiket kecil itu tidak memiliki nilai khusus, tetapi berfungsi sebagai penanda agar petugas dapat mengenali barang milikmu saat diambil kembali. 

Dalam konteks digital, cookies bekerja dengan cara serupa, yaitu menjadi penanda yang membantu situs mengenali preferensi pengguna ketika kembali berkunjung.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved