Mengapa Kelulusan pada SNBP 2026 di Pilihan Kedua Jauh Lebih Rendah?
Terkait pelaksanaan SNBP 2026, ada perbedaan signifikan antara jumlah siswa yang diterima di pilihan pertama dan pilihan kedua.
TRIBUNNEWS.COM - Konferensi pers yang disampaikan oleh panitia SNPMB 2026 menyajikan berbagai data menarik terkait pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini. Di antara beragam statistik yang dipaparkan, terdapat satu fenomena yang cukup mencuri perhatian, yakni perbedaan signifikan antara jumlah siswa yang diterima di pilihan pertama dan pilihan kedua.
Selisih yang terlihat tidak hanya sekadar angka, melainkan menunjukkan pola yang patut dicermati lebih dalam. Banyak peserta mungkin belum menyadari bahwa di balik ketimpangan tersebut, tersimpan gambaran tentang bagaimana proses seleksi berjalan.
Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Pembahasan ini menjadi penting, terutama bagi siswa yang ingin menyusun langkah lebih terarah dalam menghadapi seleksi di tahun berikutnya.
Dominasi Pilihan Pertama menjadi Fakta di Lapangan
Jika melihat data resmi SNBP 2026, pola dominasi pilihan pertama terlihat sangat jelas. Dari total 987.248 siswa eligible, tercatat sebanyak 806.242 siswa mengikuti seleksi SNBP tahun ini.
Pada jalur PTN akademik, jumlah pendaftar mencapai 774.263 siswa. Dari angka tersebut, sebanyak 760.486 siswa menempatkan pilihannya pada opsi pertama, sementara 595.336 lainnya mengisi pilihan kedua. Namun, perbedaan yang paling mencolok justru terlihat pada hasil akhir seleksi.
Dari total 155.543 siswa yang dinyatakan lulus di PTN akademik, sebanyak 142.212 siswa diterima di pilihan pertama. Sementara itu, hanya 13.331 siswa yang berhasil lolos melalui pilihan kedua. Artinya, lebih dari 90 persen kuota terisi melalui pilihan pertama.
Pola serupa juga terlihat pada jalur PTN vokasi. Dari 77.256 pendaftar, sebanyak 45.756 siswa memilih pilihan pertama dan 58.398 memilih pilihan kedua. Namun, dari total 23.438 siswa yang diterima, sebanyak 19.381 di antaranya lolos di pilihan pertama, sedangkan hanya 4.057 melalui pilihan kedua.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun pilihan kedua tetap memberikan peluang, porsinya jauh lebih kecil dibandingkan pilihan pertama. Dengan kata lain, secara statistik, peluang untuk diterima melalui pilihan kedua ternyata jauh lebih sempit.
Baca juga: Kupas Tuntas Fakultas Teknik Undip, Ganesha Operation Gelar Webinar Interaktif Pengenalan PTN
Implikasi dan Strategi bagi Peserta SNBP
Fenomena dominasi kelulusan di pilihan pertama menunjukkan bahwa strategi dalam menentukan pilihan program studi dan PTN menjadi sangat krusial. Data yang ada mengindikasikan bahwa pilihan pertama memiliki peran paling menentukan, seiring dengan mayoritas kuota yang terisi dari pilihan tersebut.
Di sisi lain, pilihan kedua tetap memiliki peluang, namun porsinya jauh lebih terbatas. Artinya, kedua pilihan tetap harus disusun secara strategis, bukan sekadar menjadikan pilihan kedua sebagai cadangan tanpa perhitungan.
Dalam menyusun strategi tersebut, terdapat tiga indikator utama yang memengaruhi kelulusan SNBP, yaitu indeks siswa, indeks sekolah, dan indeks wilayah.
Indeks siswa ditentukan dari rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran, serta didukung oleh nilai pada mata pelajaran yang relevan dengan program studi yang dipilih. Selain itu, prestasi tambahan seperti kompetisi akademik maupun portofolio untuk bidang tertentu juga menjadi pertimbangan.
Indeks sekolah berkaitan dengan rekam jejak sekolah, seperti jumlah alumni yang diterima di PTN melalui SNBP maupun SNBT, serta akreditasi sekolah. Sementara itu, indeks wilayah mencakup kebijakan PTN terhadap asal daerah peserta, termasuk afirmasi bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mengapa-Kelulusan-pada-SNBP-2026-di-Pilihan-Kedua-Jauh.jpg)