Hari Parkinson Dunia Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Kesehatan Otak Sejak Muda
Peringatan World Parkinson’s Day setiap 11 April menjadi pengingat penting akan bahaya Parkinson’s Disease yang terus meningkat secara global
Mengenal Parkinson: Ketika Otak Kehilangan Kendali atas Gerak Tubuh
Parkinson adalah penyakit progresif yang menyerang sistem saraf dan memengaruhi kemampuan gerak tubuh. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel saraf atau neuron di bagian otak melemah, rusak, lalu mati, sebuah proses yang berlangsung perlahan namun terus-menerus.
Bagian otak yang paling terdampak adalah substantia nigra, area kecil di dasar otak yang berperan memproduksi dopamin. Fakta yang mengejutkan adalah ketika gejala Parkinson mulai terasa, sebagian besar penderita ternyata sudah kehilangan 60 hingga 80 persen sel penghasil dopamin mereka. Artinya, kerusakan sudah jauh berlangsung bahkan sebelum tubuh memberi sinyal apapun.
Parkinson memiliki empat gejala utama. Pertama, tremor, getaran ritmis yang biasanya dimulai dari satu tangan, paling terlihat saat tangan dalam keadaan istirahat. Kedua, rigiditas atau kekakuan otot yang membuat tubuh terasa tegang dan sulit digerakkan. Ketiga, bradikinesia, melambatnya gerakan yang membuat aktivitas sederhana seperti berpakaian menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Keempat, gangguan keseimbangan (postural instability) yang meningkatkan risiko jatuh.
Gejala Parkinson tidak muncul seragam pada setiap orang. Penyakit ini biasanya diawali dari satu sisi tubuh, lalu secara bertahap memengaruhi kedua sisi seiring berjalannya waktu.
Latihan Otak sebagai Investasi Terbaik yang Bisa Dimulai Sejak Sekarang
Parkinson mengingatkan kita pada satu hal yang sering terlupakan, yaitu otak adalah organ yang bisa rusak jauh sebelum kita menyadarinya. Jika kerusakan bisa datang diam-diam, maka perawatannya pun harus dimulai lebih awal dari yang kita kira. Salah satu cara terbaik merawat otak adalah dengan aktif menstimulasi dan melatihnya setiap hari.
Otak manusia adalah organ paling kompleks yang pernah ada. Dengan berat rata-rata hanya 1,3 kg, otak menyimpan lebih dari 100 miliar neuron dan dialiri oleh 100.000 mil pembuluh darah, hampir empat kali keliling bumi. Tidak berlebihan jika otak disebut sebagai permata mahkota tubuh manusia.
Otak terbagi menjadi dua belahan dengan peran berbeda. Otak kiri mengatur kemampuan logis, analitis, angka, dan bahasa. Sementara otak kanan mengelola kreativitas, imajinasi, dan pemikiran holistik. Keduanya perlu dilatih secara seimbang, karena otak yang aktif dan terstimulasi adalah otak yang sehat.
Di sinilah kebiasaan belajar memiliki peran yang lebih besar dari sekadar urusan akademik. Latihan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pembiasaan berpikir logis adalah bentuk nyata dari brain exercise, olahraga bagi otak.
Mulai dari Hari Ini, untuk Otak yang Lebih Sehat di Masa Depan
Hari Parkinson Dunia bukan sekadar tanggal di kalender. Ia menjadi pengingat untuk berhenti sejenak dan bertanya, “sudahkah kita cukup peduli terhadap organ yang mengendalikan seluruh aspek kehidupan kita?”
Parkinson mengajarkan kita bahwa kerusakan otak bisa terjadi jauh sebelum gejalanya terasa. Itulah mengapa perhatian terhadap kesehatan otak tidak bisa ditunda, ia harus dimulai dari sekarang, dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Belajar dengan cara yang menyenangkan dan terstruktur, melatih kemampuan berpikir, dan menjaga gaya hidup seimbang bukan semata urusan prestasi. Semua itu adalah bentuk investasi nyata untuk kualitas hidup di masa depan.
Di momen Hari Parkinson Dunia ini mari jadikan sebagai titik awal kepedulian, terhadap otak kita, terhadap diri kita, dan terhadap masa depan yang ingin kita capai.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Parkinson-Day.jpg)