Ciptakan Mesin Deteksi Sinusitis, Pelajar Indonesia Juara Kompetisi Penemu Internasional
Pelajar asal Indonesia meraih medali emas pada ajang kompetisi penemu internasional, Indonesia Inventors Day 2025.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelajar asal Indonesia meraih medali emas pada ajang kompetisi penemu internasional, Indonesia Inventors Day (IID) 2025 di SMESCO Indonesia, Jakarta.
Indonesia Inventors Day (IID) adalah sebuah ajang internasional tahunan yang menjadi wadah bagi para penemu, inovator, dan ilmuwan riset dari berbagai negara untuk memamerkan karya inovatif mereka.
Diselenggarakan oleh INNOPA (Indonesia Invention and Innovation Promotion Association), IID bertujuan untuk mendorong kolaborasi lintas negara dan mempercepat proses komersialisasi inovasi.
Prestasi ini ditorehkan oleh 4 tim siswa-siswi Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ).
Salah satu tim MISJ yang mewakili sekolah dengan nama tim SparkLab beranggotakan siswa kelas 10 yaitu Daris Hanifta Teguh, Habilla Zaira Madjid, Bama Zahir Nugroho dan Ennoia Aidan Prarthana Pangganjar (BSJ) meraih medali Emas dan Most Promising Future Solution Award.
"Prestasi internasional ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak siswa Indonesia untuk berani berinovasi dan membawa harum nama bangsa di panggung dunia," kata Kepala Sekolah MISJ, Aluysius Songky Widya Ananta, melalui keterangan tertulis, Selasa (16/9/2025).
Aluysius mengatakan karya siswa asal Indonesia ini diberi nama SinusScan.
"Penemuan ini merupakan Aplikasi mobile berbasis Automated Machine Learning untuk deteksi non-invasif penyakit sinusitis, diuji coba di RSUD Tangerang," katanya.
IID 2025 ini diikuti oleh 486 tim dari 21 negara, termasuk Rusia, Tiongkok, Thailand, Hongkong, Polandia, Kroasia, Turkiye, dan Arab Saudi.
Para siswa mendapatkan bimbingan dari para guru pembimbing, yakni Andreas Junaedi Raja Gukguk, Alib Budiyanto, dan Maria Innocentia Devina Putri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pelajar-indonesia-slkd.jpg)