Jumat, 12 Juni 2026

Cerita Siswa SMA di Kudus & Lampung Tembus SNBP ITB dan UGM Lewat Jalur TKA

Agha tidak melihat TKA sebagai beban tambahan, melainkan peluang untuk mempermudah langkahnya menuju kampus impian. 

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
TES KEMAMPUAN AKADEMIK - Muhamad Agha Nazih, siswa kelas tiga di SMAN 1 Kudus tidak melihat TKA sebagai beban tambahan, melainkan peluang untuk mempermudah langkahnya menuju kampus impian. Foto pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 1 Manggar, Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (3/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Muhamad Agha Nazih, siswa SMAN 1 Kudus tidak melihat TKA sebagai beban tambahan.
  • Sebaliknya ini merupakan peluang untuk mempermudah langkahnya menuju kampus impian.
  • Agha menargetkan untuk bisa lolos ke Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur prestasi.
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah euforia hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) muncul satu benang merah yang semakin jelas bahwa ketika proses belajar dijalani dengan konsisten, hasil yang baik cenderung mengikuti.

Cerita Muhamad Agha Nazih menjadi salah satu potret nyata.

Baca juga: Mendikdasmen Beberkan Pelanggaran Pengawas TKA, Ada yang Merokok hingga Live Medsos

Sejak awal kelas tiga di SMAN 1 Kudus, ia tidak melihat TKA sebagai beban tambahan, melainkan peluang untuk mempermudah langkahnya menuju kampus impian. 

TKA adalah Tes Kemampuan Akademik, yaitu asesmen standar nasional yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa secara objektif. 

Tes ini mulai diterapkan sejak 2025–2026 sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) dan berfungsi sebagai indikator seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, bukan sebagai syarat kelulusan.

 

 

"Daripada belajar ulang materi SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), lebih baik fokus ke TKA saja supaya lebih maksimal dan bisa lolos ke UGM," ujar Agha. 

Kesadaran itu tidak berhenti sebagai wacana. Setiap malam, ia meluangkan waktu dua hingga empat jam untuk belajar. 

Namun, bukan durasi panjang yang menjadi kunci, melainkan struktur sederhana yang ia bangun sendiri dengan menetapkan target kecil sebelum mulai belajar. 

"Targetnya saya buat setiap sebelum belajar, jadi lebih fokus," katanya.

Kebiasaan ini membuat proses belajar terasa lebih ringan, tetapi tetap terarah. 

Tanpa disadari, disiplin kecil tersebut menjadi fondasi dari hasil besar yang ia raih, termasuk nilai sempurna di fisika yang bahkan di luar ekspektasinya.

Bagi Agha, capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan akumulasi dari proses panjang memahami konsep. 

Di balik kedisiplinan itu, tersimpan mimpi yang semakin jelas. Agha menargetkan untuk bisa lolos ke Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur prestasi. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved