Minggu, 31 Agustus 2025

Di Hadapan Para Bupati, Prabowo Singgung Kajian Harvard soal Ketahanan Peradaban

Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran pemimpin daerah dalam memperkuat fondasi bangsa. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dodi Esvandi
Tangkapan layar dari YouTube Sekretariat Presiden
PRABOWO BICARA NOEL - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 di Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (28/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran pemimpin daerah dalam memperkuat fondasi bangsa. 

Menurutnya, kepala daerah adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga harus memahami secara mendalam kebutuhan dan persoalan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka acara APKASI Otonomi Expo 2025 di Tangerang, Banten, Kamis (28/8/2025).

“Saudara-saudara seharusnya yang paling tahu denyut nadi rakyat. Saudara-saudara juga yang paling peka terhadap kesulitan mereka,” ujar Prabowo di hadapan para bupati yang hadir.

Dalam pidatonya, Prabowo mengutip sebuah kajian dari Universitas Harvard yang dilakukan sekitar 27 tahun lalu. 

Kajian tersebut membahas faktor-faktor yang membuat sejumlah peradaban besar dunia mampu bertahan lebih dari tiga abad, seperti Tiongkok, India, Persia, Romawi, dan kekaisaran Islam.

Menurut kajian itu, kata Prabowo, ada tiga elemen utama yang menjadi penopang ketahanan suatu negara: kekuatan militer, sistem keamanan yang tangguh, dan pemerintahan yang efektif.

“Satu, tentara yang unggul. Dua, polisi dan keamanan yang unggul. Tiga, pemerintahan yang unggul—dalam bahasa Inggris disebut excellent civil service, yang saya gabungkan sebagai pemerintahan yang baik,” jelasnya.

Baca juga: Prabowo Soroti Efisiensi Anggaran: Yang Penting Kerja, Bukan Kunjungannya

Prabowo juga menyinggung pelajaran sejarah dari Imperium Ottoman atau Kesultanan Utsmaniyah. 

Ia mengutip prinsip yang diwariskan ratusan tahun lalu: tidak ada negara tanpa tentara yang kuat, tidak ada tentara yang kuat tanpa anggaran, tidak ada anggaran tanpa kemakmuran, dan tidak ada kemakmuran tanpa rakyat yang sejahtera.

“Tidak ada rakyat yang bahagia dan sejahtera tanpa pemerintah yang bersih dan adil. Ini pelajaran sejarah,” tegasnya.

Menutup pidato, Prabowo mengajak para bupati untuk menjadi pemimpin yang dicintai rakyat, dengan menjalankan pemerintahan yang berpihak pada keadilan dan integritas.

“Kalau saudara ingin menjadi pemimpin yang setia kepada tanah air, kepada para pendiri bangsa, kepada merah putih, maka saudara harus belajar dan menjalankan pemerintahan yang bersih dan adil. Kalau tidak, saudara tidak akan berhasil. Prinsip ini berlaku di semua tingkatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan