Hadirkan Saksi ke MK, Tim Hukum Jokowi: Tak lebih dari 15 Orang

Untuk menjawab dugaan pelanggaran dan kecurangan TSM selama Pemilu 2019 itu, pihaknya sudah mempersiapkan saksi dan ahli yang berkompeten

Hadirkan Saksi ke MK, Tim Hukum Jokowi: Tak lebih dari 15 Orang
Wartakota/Henry Lopulalan
SIDANG LANJUTAN PHPU PILPRES - Saksi dari pihak pemohon Agus Maksum (tengah) usai memberikan keterangan saat sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari pihak pemohon. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Kuasa Hukum Joko Widodo-Maruf Amin, selaku pihak terkait perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden-Wakil Presiden telah mempersiapkan saksi dan ahli untuk diajukan ke persidangan, pada Jumat (21/6/2019).

Luhut Pangaribuan, anggota tim kuasa hukum Joko Widodo-Maruf Amin, mengatakan pihaknya akan memaksimalkan kesempatan untuk mengajukan saksi dan ahli.

Namun, jumlah saksi dan ahli tidak mencapai 15 0rang.

"Mungkin, saksi tidak akan sebanyak 15 orang, karena tidak ada lagi yang harus dibuktikan. 15 orang akan mubazir dan akan diulang-ulang. Kami tetap akan menghadirkan, tetapi jumlah tidak besar yang dialokasikan," kata Luhut, ditemui di gedung MK, Kamis (20/6/2019).

Dia menjelaskan, saksi dan ahli yang akan diajukan untuk menjawab tudingan dari pihak pemohon, yaitu tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang menyebutkan telah terjadi kecurangan dan pelanggaran secara terstruktur, sistematif, dan masif (TSM) selama penyelenggaraan Pemilu 2019.

Secara garis besar ada dua aspek yang akan diuas. Menurut dia, aspek pertama mengenai pidana pemilu dan aspek kedua dari aspek tata negara.

Walaupun, kata dia, pemohon belum dapat membuktikan adanya tudingan tersebut selama berlangsungnya sidang perkara PHPU di MK.

"Tentu yang kira-kira kami akan berbicara TSM untuk memperjelas. Walaupun sebenarnya pemohon tidak bisa membuktikan apa yang disebut TSM, kami lihat saksi yang dihadirkan," kata dia.

Untuk menjawab dugaan pelanggaran dan kecurangan TSM selama Pemilu 2019 itu, pihaknya sudah mempersiapkan saksi dan ahli yang berkompeten.

Namun, dia belum dapat menyebutkan siapa yang akan dihadirkan ke persidangan.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved