Gelombang Pasang Hantam Pesisir Kalsel
Raut trauma menghiasi wajah warga Desa Pantai Harapan Bumi Makmur kabupaten Pelaihari. Desa yang dihuni 600 jiwa itu, kini bak kampung mati.
Editor:
alfons nedabang

"Kemarin karena panik saja, padahal mereka sudah bersama keluarganya meninggalkan kampung," ujar Udin, salah seorang warga.
Begitu juga di kawasan Batakan. Meski air yang menggenangi rumah warga sudah surut dari ketinggian lutu orang dewasa, namun mayoritas warga tetap memilih bertahan di cottage tidak jauh dari pantai tersebut. Karena bangunan itu posisinya lebih tinggi karena bangunannya menggunakan sistem panggung.
Sementara para warga yang berprofesi sebagai nelayan juga memilih istirahat sambil menunggu gelombang laut bersifat ramah lagi. Karena tiupan anggin masih cukup kencang dan disertai hujan di kawasan itu.
"Warga masih takut, makanya masih bertahan di sini. Karena takutnya masih ada gelombang susulan yang lebih besar," ujar Asmad.
Bupati Tanahlaut Adriansyah langsung mengerahkan jajarannya untuk mengirimkan bantuan berupa beras 1,5 ton, mie instan, sarden, kecap, dan air kemasan ke permukiman yang terkena sapuan gelombang tinggi tersebut. Bahkan orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang itu langsung menyerahkan bantuan kepada warga Desa Pantai Harapan kecamatan Bumi Makmur.
"Kami minta kepada petugas untuk selalu siaga, jangan sampai ada warga yang kelaparan dan sakit," katanya.
Selain itu pihaknya terus melakkukan kordinasi dengan jajaran penanggulangan bencana provinsi Kalsel, untuk turut memberikan bantuan makanan dan obat-obatan khususnya di permukiman tersebut karena yang mengalami kerusakan paling parah.