Raja Arab Saudi ke Indonesia
Fulus Turis Arab Saudi Lebih Yahud, Kedatangan Raja Salman Dongkrak Wisata Bali
Pelesiran Raja Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama rombongan besarnya ke Bali bisa jadi promosi untuk keindahan Pulau Bali.
“Indonesia seharusnya bisa menggaet lebih dari itu. Hanya saja kami dulu tidak terlalu fokus untuk menggarap pasar Timur Tengah,” ia menambahkan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, mengatakan kedatangan Raja Salman dan rombongan besarnya menjadi peluang bagi pariwisata di Bali khususnya.
Selama ini kunjungan wisatawan mancanegara asal Timur Tengah ke Bali masih belum signifikan.
“Kata teman-teman di perhotelan ada peningkatan. Peningkatan ini karena mulai banyak penerbangan langsung (direct) dari Timur Tengah ke Bali. Misalnya Qatar Airlines dan Emirates sudah direct, dan beberapa lainnya,” jelas Cok Ace.
Ia mengimbau hotel-hotel yang menjadi pilihan lokasi menginap Raja Saudi dan rombongannya bisa menyiapkan diri baik dari segi keamanan, SDM, pelayanan, sehingga mereka merasa nyaman.
“Tentu kunjungan ini diharapkan bisa jadi sarana promosi Bali ke wisatawan Timur Tengah ke depan. Ini kan rajanya langsung yang datang ke Bali, nanti bisa diikuti oleh rakyat Arab Saudi atau pengusahanya untuk pelesiran juga ke Bali,” kata dia.
Hal yang harus dipersiapkan, kata dia, adalah konsep layanan khas Timur Tengah yang didominasi kalangan Muslim.
“Mereka yang Muslim pasti mencari segala sesuatu yang halal, khususnya makanan. Itu yang harus diperhatikan pelaku industri wisata di sini,” beber dia.
Pelaku pariwisata di Bali pun, kata Cok Ace, perlu melakukan segmentasi pasar wisatawan. Sebab, turis asal Tiongkok, Australia dan Timur Tengah berbeda-beda karakter dan seleranya.
Turis dari Timur Tengah dinilai potensial karena mereka lebih royal dalam membelanjakan uang. Belanja mereka diperkirakan 150 dolar AS per hari dengan lama tinggal lebih dari 3 hari.
“Dari sisi finansial, turis Timur Tengah masih lebih baik daripada turis Tiongkok,” nilai Cok Ace.
Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia Bali, I Ketut Ardana. Belanja turis Timur Tengah bisa lebih besar karena mereka rata-rata menginap di hotel bintang lima.
“Jika penerbangan langsung dari Timur Tengah lebih banyak, maka lebih banyak pula kemungkinan mereka berkunjung ke Bali,” kata Ardana.
“Banyak turis Timur Tengah berkunjung ke Malaysia. Mestinya, Indonesia bisa mendapatkan lebih banyak lagi dari yang selama ini,” imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/raja-arab-saudi-ke-bali_20170223_101204.jpg)