Minggu, 31 Agustus 2025

Kedatangan Istri Pertama dan Dua Anaknya, Begini Reaksi Dimas Kanjeng

Ratusan pengikut setia rela duduk dan menunggu persidangan hingga selesai di areal PN Kraksaan.

Editor: Hendra Gunawan
Surya/Galih Lintartika
Momen saat Dimas Kanjeng Taat Pribadi bertemu dengan istri pertama dan dua anaknya di PN Kraksaan, Rabu (12/7/2017). (surya/galih lintartika) 

Hampir 20 menit, Taat bisa berkumpul dengan istri dan anaknya ini. Ia juga sempat beberapa kali foto bersama dengan istri dan anaknya.

Sebelum berpisah, Taat sempat berbincang serius dengan istri pertamanya ini.

Setelah selesai, Taat berpamitan dengan istri dan anaknya. Mereka saling berpelukan.

Tak lama, Taat dijemput jaksa dan polisi untuk dibawa masuk ke dalam ruang persidangan.

Saat ditemui SURYA.co.id, Taat Pribadi mengaku senang dan bahagia, karena masih banyak support dan dukungan kepadanya.

Ia mengaku sangat terkejut saat melihat kehadiran istri dan dua anaknya.

"Yang jelas ini membuat saya lebih kuat. Support dan dukungan dari mereka ini sangat berarti sekali. terima kasih buat semua pihak yang masih setia kepada saya. Terima kasih sudah mendukung saya sampai di tahap ini," jelasnya.

Saat disinggung terkait dengan tuntutan yang dilakukan JPU, Taat Pribadi mengaku kecewa.

Ia tidak pernah menyuruh ataupun meminta anak buahnya membunuh Abdul Gani dan Ismail Hidayah.

"Saya tidak terlibat dan saya tidak bersalah. Untuk lengkapnya, silahkan tanya ke pengacara saya saja. Semua materi sudah saya berikan ke tim pengacara, tinggal bagaimana nanti hakim menyikapinya. Harapannya yang pasti saya bebas , karena saya tidak bersalah," tandasnya.

Sementara itu, istri Taat Pribadi RH dan dua anaknya enggan memberikan keterangan apapun.
Saat diwawancara, mereka memilih diam dan meninggalkan wartawan.

Mereka tak berucap sedikit pun saat ditanya soal kedatangannya di PN Kraksaan kali ini.

Berbeda dengan istri dan anaknya, pengikut Taat Pribadi tampak bersemangat menunggu persidangan ini selesai.

Mereka tidak pernah lelah mensupport guru besar padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini.

Sulton, salah satu pengikut Taat Pribadi, mengaku sudah berulang kali datang ke persidangan yang mulia (sebutan Taat Pribadi di padepokan).

Ia mengaku mendukung dan mensupport yang mulia ini hingga titik darah terakhir.

"Kami yakin yang mulia tidak bersalah. taat pribadi bukan otak pembunuhan. bebaskan, biar yang mulia bisa menjadi guru kami di padepokan. Kami ingin yang mulia bebas," pungkasnya.

Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan