Kabut Asap Riau

Update Kabut Asap: Udara di Palembang Kategori Bahaya hingga Viral Info Gubernur Riau ke Luar Negeri

Kabut asap di wilayah Sumatera semakin mengkhawatirkan. Kabut asap ini melanda setidaknya tiga provinsi yakni Riau, Sumatera Selatan dan Jambi.

Update Kabut Asap: Udara di Palembang Kategori Bahaya hingga Viral Info Gubernur Riau ke Luar Negeri
TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Kabut asap Karhutla di Kabupaten Pelalawan, Riau masih tebal, mengganggu aktivitas masyarakat di luar ruangan. 

TRIBUNNEWS.COM - Kabut asap di wilayah Sumatera semakin mengkhawatirkan.

Kabut asap ini melanda setidaknya tiga provinsi yakni Riau, Sumatera Selatan dan Jambi. 

Kini, kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, sudah masuk ke level berbahaya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal bertolak ke Riau pada Senin (15/9/2019) besok.

Berikut rangkuman terkini bencana kabut asap di wilayah Sumatera

1. Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya

Di Sumsel, kondisi udara di Palembang semakin memburuk akibat kebakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

Dikutip dari TribunPekanbaru, berdasarkan situs bmkg.go.id, PM 10 atau kualitas udara di Palembang sempat masuk ke level berbahaya pada pukul 00.00WIB sampai pukul 01.00WIB, Minggu (15/9/2019).

Baca: Gelar Aksi Protes, Warga Asal Riau Minta Presiden Jadikan Kabut Asap Sebagai Bencana Nasional

Nilai PM 10 menginjak ke angka 395.58 sampai 410.31 mikrogram per meter kubik.

Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang berselimut kabut asap di Kawasan Plaju, Palembang, Kamis (12/9/2019). Kualitas udara di Kota Palembang semakin memburuk diakibatkan kebakaran hutan dan lahan. (TRIBUNSUMSEL/Abriansyah Liberto)
Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang berselimut kabut asap di Kawasan Plaju, Palembang, Kamis (12/9/2019). Kualitas udara di Kota Palembang semakin memburuk diakibatkan kebakaran hutan dan lahan. (TRIBUNSUMSEL/Abriansyah Liberto)

Pada pukul 02.00 WIB sampai pukul 03.00WIB, PM 10 berada di angka 348.83 hingga 267.64 mikrogram per meter kubik dan turun ke level sangat tidak sehat.

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved