Demo Tolak RUU KUHP dan KPK
FAKTA #GejayanMemanggil Jilid 2, Diikuti Pelajar, Suarakan 9 Tuntutan, hingga Isyarat Demo Kembali
Aksi demonstrasi #GejayanMemanggil kembali digelar oleh mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di Kota Yogyakarta pada Senin (30/9/2019).
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
Pasca rampungnya aksi demonstrasi y ng digelar, beberapa peserta aksi terlihat memunguti sampah.
Aksi memungut sampah setelah demo ini sama dengan yang dilakukan sebelumnya pada aksi #GejayanMemanggil yang pertama.
Dilaporkan TribunJogja, setidaknya ada 8 orang yang memunguti sampah dengan menggunakan kantong plastik.
Aksi memunguti sampah ini menunjukkan bahwa demonstran memiliki kepedulian tinggi terhadap kebersihan di tempat umum.
Selama dua kali aksi #GejayanMemanggil digelar, aksi massa selalu berjalan dengan damai dan tertib.
Bahkan seusai massa membubarkan diri setelah demo, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto dikerumuni mahasiswa yang mengajaknya berfoto bersama.
Saat berfoto, Kombes Pol Yulianto meminta para mahasiswa untuk membuat gerakan jari yang memiliki arti sarangheo
Menurutnya, simbol tersebut merupakan tanda cinta, kasih sayang dari aparat sebagai bentuk pengayoman kepada masyarakat.
"Ini merupakan tanda cinta, kasih sayang. Sebagai aparat kan kita harus mengayomi dan memberikan rasa nyaman untuk masyarakat," ujar Kombes Pol Yulianto.
Baca: Drama 7 Jam Demo Mahasiswa di Depan DPR yang Berakhir Ricuh, Lempar Botol Berisi Batu!
Baca: Pelajar SMP Ditanya Polisi Mengapa Pakai Seragam SMA Saat Demo: Pakai Doang, Tertukar Punya Teman
Isyaratkan Kembali Gelar Demo
Selama dua kali aksi #GejayanMemanggil digelar, aksi massa selalu berjalan dengan damai dan tertib.
Namun demikian, tuntutan massa hingga kini belum juga dikabulkan oleh pemerintah.
Dua orang yang mengaku inisiator aksi #GejayanMemanggil dari Aliansi Rakyat Bergerak mengungkapkan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa hingga tuntutannya kembali dikabulkan.
"Kami tetap akan terus menyampaikan tuntutan hingga dikabulkan," kata keduanya yang menggunakan nama alias Nailendra, dikutip TribunJogja.
Keduanya menyatakan masih membicarakan secara internal terkait akan adanya kemungkinan aksi demonstrasi lanjutan.