FAKTA Penetapan Tersangka Bupati Waropen: Massa Bakar Kantor Bupati, Polisi Beri Tembakan Peringatan

Bupati Waropen Yermias Bisai ditetepkan sebagi tersangka penerima gratifikasi oleh Kejaksaan Tinggi Papua.

ISTIMEWA via KOMPAS.com
Massa membakar kantor bupati Waropen, Jumat (6/3/220), setelah Yeremias Bisai ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi Rp 19 miliar. 

TRIBUNNEWS.COM - Bupati Waropen Yermias Bisai ditetepkan sebagi tersangka penerima gratifikasi oleh Kejaksaan Tinggi Papua.

Total gratifikasi yang diduga telah diterima Yermias mencapai Rp 19 miliar.

Gratifikasi itu ia peroleh pada saat ia menjabat sebagai Wakil bupati Waropen periode 2010-2015 dan pada 2018.

Hal tersebut dibenarkan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus kejati Papua, Alex Sinuraya.

Massa membakar kantor bupati Waropen, Jumat (6/3/220),  setelah Yeremias Bisai ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi Rp 19 miliar.
Massa membakar kantor bupati Waropen, Jumat (6/3/220), setelah Yeremias Bisai ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi Rp 19 miliar. (ISTIMEWA via KOMPAS.com)

"Kami menetapkan seorang bupati dengan inisial YB sebagai tersangka."

"Selanjutnya kita akan perampungan dugaan gratifikasi yang diterima oleh pejabat negara itu," ujar Alex seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Proses penyelidikan kasus tersebut telah berjalan selama beberapa tahun.

Totalnya, sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut.

Bahkan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Yermias pun telah beberapa kali diperiksa sebagai saksi.

"Barang bukti ada keterangan saksi, ada juga aliran-aliran (dana) yang diungkap PPATK," jelas Alex.

Halaman
123
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved