Virus Corona

Tak akan Lockdown, Pemkot Solo Gelontorkan Rp 16 M untuk Buat RS Rujukan Pasien Corona

Pemerintah kota Surakarta menggelontorkan dana sebesar 16 M untuk membuat Rumah Sakit rujukan untuk pasien corona.

Tak akan Lockdown, Pemkot Solo Gelontorkan Rp 16 M untuk Buat RS Rujukan Pasien Corona
Instagram.com/fx.rudyatmo/
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo (Instagram.com/fx.rudyatmo) 

"Lalu yang dari Taiwan langsung setelah sampai di tes kesehatan dan karantina mandiri," tuturnya.

Poster pencegahan virus corona
Poster pencegahan virus corona (covid19.go.id)

Baca: Respon Pemerintah Pusat Terakit Viralnya Video Pelayat Buka Plastik Jenazah PDP Corona di Kolaka

Pemerintah Kota Surakarta pun mengaku siap menggelontorkan dana sebesar Rp 16 Miliar guna membuat rumah sakit darurat.

Dana tersebut didapatnya dari memangkas anggaran kepariwisataan dan kegiatan kesenian.

"Sementara rasionalisasi anggaran tidak penting terutama untuk wisata dan kebudayaan, kita nol kan semua, seperti kegiatan kesenian."

"Kita mendapatkan Rp 16 Miliar yang akan dipersiapkan untuk membangun Rumah Sakit Bung Karno sebagai rujukan pasien corona," jelas Rudy.

Meski begitu, sumber dana untuk membangun rumah sakit tersebut masing kurang.

Rudy pun menyampaikan perlunya keterlibatan pemerintah provinsi dan pusat untuk membantu.

ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.
ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. (AFP/HECTOR RETAMAL)

Baca: Ketahui Gambar dan Gejala Virus Corona, Mulai dari Demam hingga Sesak

"Rumah Sakit Bung Karno masih baru, kita butuh Rp 53 Milyar sampai bulan Desember."

"Karena Solo hanya memiliki APBD 2 Triliun, tentunya perlu keterlibatan provinsi dan pusat," tambahnya.

Di sisi lain, perkembangan fisik dari rumah sakit tersebut sudah dikerjakan.

Dalam satu minggu, lanjut Rudy, tampilan fisik dari rumah sakit sudah bisa terlihat.

"Tampilan fisik sudah kita kerjakan, satu minggu selesai."

"Untuk SDM kita kordinasi dengan RS daerah untuk support tenaga medis."

"Logistik pun sampai Mei cukup," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Maliana)

Penulis: Inza Maliana
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved