Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Rumah Makan Kepala Manyung Bu Fat jadi Klaster Baru Covid-19 di Semarang, 25 Orang Jalani Tes Swab

Sebuah rumah makan di daerah Krobokan, Semarang Barat, Kepala Manyung Bu Fat, menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Semarang.

Editor: Miftah
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas Medis Prodia saat mengambil sampel darah konsumen prodia saat swab test di Laboratorium Prodia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2020). PT Prodia Widyahusada Tbk resmi meluncurkan layanan terbaru yakni Prodia In Your Car. Layanan Prodia In Your Car memungkinkan pengambilan sampel darah dilakukan dalam mobil pelanggan. Pelanggan tidak perlu turun dari mobil, petugas akan menghampiri dan melakukan pengambilan sampel dengan tetap menerapkan protokol keamanan dan keselamatan yang berlaku. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM- Sebuah rumah makan di daerah Krobokan, Semarang Barat, Kepala Manyung Bu Fat, menjadi klaster baru penularan Covid-19 di Kota Semarang.

Satu orang karyawan dinyatakan positif corona dan dirawat di rumah sakit.

Sebanyak 25 orang pun telah menjani tes swab.

Kemudian, Dinas Kesehatan melakukan tracking atau penelusuran terhadap seluruh kontak erat dan keluarga karyawan rumah makan tersebut.

"Memang ada klaster baru. Tadinya Krobokan mulus tidak ada kasus."

"Satu dari yang kerja disitu dirawat di rumah sakit. Teman-teman Dinkes dapat notifikasi hasil, kemudian kami tracking ketemu yang lain," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, Jumat (11/9/2020).

Hakam tidak menyebutkan berapa orang yang terkonfirmasi positif dari klaster rumah makan.

Namun, dia mengatakan sudah melakukan swab terhadap 20-25 kontak erat dan keluarga yang bersangkutan.

Sementara data dalam laman instagram Dinkes Kota Semarang per Kamis (10/9/2020) pukul 16.00, jumlah kasus Covid-19 di Kelurahan Krobokan terdapat 20 orang.

"Awalnya kami lakukan 20-25 orang. Dari situ awal ketemu lima, terus berkembang."

"Sekarang sudah ada yang konversi (negatif)," jelasnya.

Untuk tracking terhadap pembeli, Hakam mengimbau kepada masyarakat yang berkunjung ke rumah makan tersebut dalam dua minggu terakhir dan mengalami gejala untuk datang ke puskesmas terdekat agar dilakukan pemeriksaan.

Baca: Hasil Survei: Warga Jerman Lebih Takut Donald Trump Daripada Virus Corona

Baca: Pasien Covid-19 Sembuh di 13 Provinsi Indonesia Ini Melebihi Temuan Kasus Baru Positif Corona

Baca: Satu Keluarga di Bekasi Dikabarkan Meninggal Dunia Akibat Corona, Jenazahnya Dimakamkan Berbarengan

"Pengunjung rumah makan, kalau dia menyodorkan diri ke Puskesmas akan kami swab," tambahnya.

Dia tidak mengetahui secara pasti bagaimana penularan Covid-19 di rumah makan tersebut.

Saat ini rumah makan itu telah ditutup dan dilakukan sterilisasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan