Breaking News:

Kecelakaan Maut di Tol Cipali

KNKT: Kecelakaan di Jalan Tol Cipali Bisa 36 Kali Kejadian dalam Satu Bulan

Ketua Komite KNKT mengungkapkan dari hasil investigasi kecelakaan di tol Cipali paling sering terjadi, bisa sampai 36 kejadian dalam sebulan.

KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Polisi mengevakuasi bangkai kendaraan pasca kecelakaan maut di KM 184 Tol Cipali, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkat kecelakaan lalu lintas (lalin) dan angkutan jalan (LLAJ) di Indonesia sepanjang 2020 masih relatif tinggi.

Padahal, pada periode tersebut berbagai wilayah tengah mengalami penurunan volume kendaraan seiring diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya menekan penyebaran virus corona alias Covid-19.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengungkapkan sepanjang 2020 pihaknya melakukan investigasi kecelakaan LLAJ sebanyak 12 kasus.

Adapun titik yang paling diperhatikan adalah tol Cipali.

"Kecelakaan di Jalan Tol Cipali berupa tabrakan depan-belakang, bisa 36 kali kejadian dalam satu bulan. Kemudian (korban) dari warga yang menyeberang itu empat sampai lima kali," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/12/2020).

"Usaha kami untuk wilayah tol Cipali ini luar biasa, tapi kecelakaan 85 persen karena human factor, tepatnya kelelahan. Kami bersama Dirjen Darat dan pengelola tol terus berupaya menekannya," tambah Soerjanto.

Jumlah investigasi kecelakaan di atasnya ialah moda udara yang sekaligus menjadi terbanyak selama tahun ini. Investigasi kecelakaan di sini berjumlah 24 kasus dengan kategori 10 kecelakaan dan 14 kecelakaan serius.

Sementara tingkat korban jiwa akibat kecelakaan LLAJ di Indonesia pada 2001-2019 disebut cenderung naik dibanding Amerika Serikat dan Eropa.

Baca juga: Kecelakaan di Tol Cipali, 4 Tewas 3 Luka-luka

Investigator LLAJ KNKT Budi Susandi mengatakan dari tahun 2001 terdapat 10 ribu orang meninggal karena kecelakaan.

Kemudian pada 2019, angka itu tidak kian menurun dengan jumlah kasus 40 ribu orang.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved