Sabtu, 30 Agustus 2025

Polisi Tembak Polisi

Keluarga Tak Percaya Brigadir J Lecehkan Putri Candrawathi, Komnas HAM Didesak Tunjukkan Bukti

Keluarga Brigadir J mendesak Komnas HAM menunjukkan bukti dugaan kekerasan seksual terhadap

Editor: Erik S
ISTIMEWA
Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Brigadir J. Komnas HAM diminta berterus terang mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. 

Ia berkali-kali mengungkapkan, keluarga Brigadir J memahami perilaku dan sifat Brigadir J sejak kecil.

Baca juga: Pihak Brigadir J Pertanyakan Alasan Komnas HAM Ungkit Lagi Isu Pelecehan: Kok Getol Banget Belain PC

"Karena kami tahu anak kami itu siapa, gitu ya. Kami tahu anak kami itu perilakunya kayak mana (seperti apa -red), apalagi Ibu Putri ini selama ini sudah dianggapnya orang tuanya," ujar Roslin.

Ia juga mengatakan bahwa Brigadir J sangat menghormati Putri Candrawathi. Berdasarkan cerita Brigadir J kepada keluarga, Roslin juga menyebut Putri sudah menganggap Yosua seperti anak.

"Dia (Putri) menganggap Yosua sebagai anak dan Yosua juga menganggap Ibu Putri dan Pak Sambo sebagai ayah di tempat dia kerja ya. Sebagai komandan, sebagai ayah, sebagai orang tua, sebagai ibu ya," terangnya.

"Ndak (tidak -red) mungkin dia berbuat begitu (melakukan kekerasan seksual -red) kepada orangtuanya, dan kami tahu sifat anak kami itu bagaimana dari kecil," imbuhnya.

Menurut Roslin, tidak ada cerita Brigadir J yang janggal kepada keluarga selama berada di Magelang.

Baca juga: Istri Ferdy Sambo Tak Ditahan, Benny K Harman Singgung Hukum Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan

"Semua cerita yang baik-baik, malahan dia, bu Putri, malah menunjukkan bahwasannya almarhum itu menggosok (menyetrika -red) bajunya, menggosok baju anaknya (anak Putri dan Ferdy Sambo -red) kepada adiknya (adik Brigadir J -red) Reza," ujarnya.

Adik Brigadir J yang bernama Reza itu, lanjut Roslin, bahkan diminta Putri untuk menyusul ke Magelang. Ia menambahkan, Putri juga memuji Brigadir J yang dinilai rajin bekerja.

"'Lihat lah abangmu ini baik banget, luwes banget, semua dikerjakan, saya sampai nggak sanggup menggajinya' sampai kayak gitu omongan Bu Putri," tegas Roslin.

Roslin menilai tindakan Putri memotret Brigadir J dan mengirimkan foto tersebut kepada adiknya menunjukkan bahwa hubungan mereka sudah seperti hubungan ibu dan anak.

"Untuk apa dia memfoto dan memberikan itu kepada adik almarhum, Reza, kalau memang itu enggak dianggapnya sebagai anaknya dan almarhum juga menganggap itu (Putri Candrawathi -red) sebagai ibunya?," tanyanya.

Menurut Roslin, Brigadir J tak pernah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama atau kepercayaannya sejak kecil.

"Justru anak kami dari kecilnya itu sampai dia menjadi seorang angkatan itu tidak mau melakukan hal yang berlawanan dengan iman kepercayaan kami," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihak keluarga belum berkomunikasi dengan pengacara terkait dugaan kekerasan seksual yang disebut sebagai latar belakang kasus pembunuhan berencana Brigadir J oleh tersangka Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, Putri Chandrawati, dan Bharada Richard Eliezer.

"Belum ada. Sama kami belum ada ya mbak, karena kami juga harus mencari makan ya. Jadi komunikasi kami seharian ini belum ada, dan posisi kami ini lagi di ladang juga ni lagi kerja," ungkap Roslin.

Baca juga: CCTV Rumah Ferdy Sambo yang Beredar di Publik Sudah Diedit, Komnas HAM: Itu Bagian Skenario

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan