Fakta Lurah di Sumedang Potong BLT Warga, Berdalih untuk Kupon Jalan Sehat, Berakhir Minta Maaf
Fakta-fakta lurah di Sumedang potong BLT warga. Berdalih untuk beli kupon undian jalan sehat dan pembayaran pajak PBB.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
"Simpati itu, sejahtera. Tapi masa BLT saja dipotong? Agamis, masa pungli? Profesional, bagaimana artinya ini?," tegas Bambang.
Terakhir, Bambang meminta, aksi pemotongan BLT tidak dianggap sepele oleh berbagai pihak.
Terlebih oleh petugas pemerintah daerah yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.
"Masa tidak mau Sumedang lebih bersih?" kata Bambang.
Berakhir minta maaf
Lurah Talun, Rinny Mulyati akhirnya meminta maaf atas kejadian ini.
Ia menegaskan bertanggung jawab atas kegaduhan dari aksi pemotongan BLT masyarakat.
"Kami atas nama Pemerintah Kelurahan Talun beserta panitia milangkala (ulang tahun) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya," ucap Rinny.
Baca juga: Dugaan Sunat Bansos di Desa Sawaran Kulon Lumajang, Polisi Periksa 40 Saksi
Rinny diketahui juga telah memerintahkan jajarannya untuk mengembalikan dana hasil pemotongan BLT.
Uang sebesar Rp 6.618.000 dikembalikan melalui ketua RW masing-masing pada Selasa (27/9/2022) lalu.
Rinny berjanji akan menjadikan kesalahan ini menjadi pembelajaran.
"Semoga ini menjadi pembelajaran agar Kelurahan Talun menjadi lebih baik," tandas Rinny.
Kata Sekda Kabupaten Sumedang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman sudah menerima laporan terkait kejadian ini.
Tim gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Inpektrorat Daerah (Irda) Kabupaten Sumedang sudah diturunkan untuk melakukan pendalaman.