Tambang Ilegal

Gibran Dicurhati Netizen soal Tambang Pasir Ilegal di Klaten, Polisi Langsung Cek Lapangan

Gibran Rakabuming dicurhati oleh netizen soal adanya tambang pasir ilegal di Kabupaten Klaten. Peristiwa ini pun telah ditindaklanjuti oleh polisi.

Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Tangkap layar akun Twitter @gibranrakabuming
Cuitan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka soal tambang pasir ilegal di lereng Gunung Merapi. Di mana Gibran menyebut usai ada netizen lapor. 

TRIBUNNEWS.COM - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dicurhati oleh netizen soal keberadaan tambang pasir ilegal di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Akun Twitter bernama @amr715882 menuliskan bahwa ada tambang pasir ilegal di Klaten.

Ia menyebut tambang ilegal tersebut berada di 20 titik yang tersebar di Klaten.

Dirinya pun menuliskan cuitannya tersebut dengan menautkan akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk meminta agar dilakukan penindakan.

"Mas..sampekan ke pak @jokowi untuk menindak tambang pasir ilegal yg ada di Kab. Klaten. Lebih dari 20 titik lokasi.. tp dibiarkan.. @ListyoSigitP @ganjarpranowo," tulis akun tersebut.

Lantas, Gibran pun membalas cuitan akun itu dan menuliskan bahwa kasus tambang ilegal tersebut sudah dikeluhkan oleh Bupati Klaten beberapa kali.

Baca juga: Kata IPW dan Pengamat soal Kabareskrim Bantah Terlibat Tambang Ilegal Ismail Bolong

Bahkan, kata Gibran, tambang pasir ilegal itu dibeking oleh orang tertentu.

"Ya pak. Ini bupati juga beberapa kali mengeluh ke saya. Backingannya ngeri," jawab Gibran.

Polisi Lakukan Pengecekan

Cuitan Gibran soal Tambang Pasir Ilegal di Kabupaten Klaten
Cuitan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka soal tambang pasir ilegal di lereng Gunung Merapi. Di mana Gibran menyebut usai ada netizen lapor.

Dikutip dari Tribun Solo, cuitan Gibran pun ditindaklanjuti oleh Polres Klaten.

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, mengungkapkan pihaknya sudah menindaklanjuti soal adanya tambang ilegal di Klaten tersebut.

Eko menjelaskan pihaknya menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah untuk mengecek ke lapangan secara langsung.

"Kalau memang ada nanti kita tunggu penanganan lebih lanjut," tuturnya, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Polisi Paling Tajir di Indonesia, Anggota Komisi III IDPR Sebut Teddy Minahasa Punya Bisnis Tambang

Lanjut Eko, beberapa instansi terkait juga sudah sepakat untuk mengecek lokasi yang dimaksud.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved