Sabtu, 30 Agustus 2025

Sosok Fahim Mawardi, Pengasuh Ponpes yang Diduga Selingkuh dan Berbuat Asusila dengan Santriwati

Kasus Pengasuh Ponpes berbuat asusila terjadi di Jember. Ini sosok Fahim Mawardi, Pengasuh Ponpes yang diduga selingkuh dengan santriwati.

Penulis: Faisal Mohay
The Week
Ilustrasi asusila. Pengasuh Ponpes di Jember diduga berselingkuh dan berbuat asusila dengan santriwatinya. 

"Malah sama istrinya sendiri jarang, ngomong aja jarang," ungkapnya.

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Iptu Dyah Vitasari, mengatakan laporan dari Himatul sudah diterima dan saat ini sedang mengumpulkan bukti dari para saksi.

Ia meminta para santriwati yang pernah menjadi korban Fahim dapat melapor.

"Ini masih tak suruh bawa santri-santri yang mungkin pernah menjadi korban," pungkasnya.

Tanggapan Tokoh Nahdlatul Ulama

DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) akhirnya resmi memberikan rekomendasi pada Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Adi Wibowo untuk turun dalam pertarungan Pilwali Pasuruan 2020, Jumat (28/8/2020) sore
DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) akhirnya resmi memberikan rekomendasi pada Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Adi Wibowo untuk turun dalam pertarungan Pilwali Pasuruan 2020, Jumat (28/8/2020) sore (TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA)

Dalam video YouTubenya, Fahim Mawardi sering memberikan komentar dan serangan terhadap ulama dan tokoh NU.

Panglima Besar Nahdliyin Bergerak (NABRAK), Firman Syah Ali, berharap Fahim Mawardi dapat dihukum sesuai perbuatannya jika terbukti melakukan tindak asusila ke santriwati.

Ia menyamakan kasus Fahim Mawardi dengan kasus Herry Wirawan yang sebelumnya divonis hukuman mati.

“Kalau terbukti pemangsa seks terhadap murid-muridnya, pemerintah harus adil, hukuman terhadap Ustaz Herry Wiryawan juga harus diterapkan kepada yang berinisial F,” ungkapnya, Jumat (6/1/2023).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), berharap orang tua lebih selektif memilih pondok untuk anaknya.

Menurut Gus Ipul akhir-akhir ini banyak kasus asusila terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Ia mengaku prihatin atas kejadian ini dan berharap tidak terjadi lagi.

“Saya prihatin masih saja ada kasus pencabulan santri. Kemarin saya mendengar ada lagi kasus pencabulan santri kali ini di Jember,” jelasnya.

Sebelum memilih pondok pesantren, orang tua harus mengetahui latar belakang dan rekam jejak para pengasuh pondok tersebut.

“Masyarakat harus berhati-hati menempatkan (anak) di pesantren. Sekarang ini memang banyak pesantren dengan macam-macam latar belakang pengasuhnya. Tidak semuanya sama,” terangnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan