Sosok Fahim Mawardi, Pengasuh Ponpes yang Diduga Selingkuh dan Berbuat Asusila dengan Santriwati
Kasus Pengasuh Ponpes berbuat asusila terjadi di Jember. Ini sosok Fahim Mawardi, Pengasuh Ponpes yang diduga selingkuh dengan santriwati.
Penulis:
Faisal Mohay
Editor:
Pravitri Retno W
Fahim Mawardi mengatakan saat kejadian ia masih tidur dengan istri dan anak-anaknya.
"Jadi saya pilih diam dengan apa yang dilakukan istri saya, meskipun telah dianggap zalim."
"Main perempuan atau apa saya pilih diam. Demi menjaga keutuhan keluarga, itu saja," tegasnya.
Pengasuh Ponpes di Jember Dilaporkan Istrinya

Himatul Aliya datang ke Polres Jember bersama seorang santriwati yang menjadi saksi mata perbuatan asusila Fahim Mawardi.
"Ada santri itu mendobrak pintu suami saya, dan ternyata betul ada ustazahnya (masih santrinya juga) lalu ustazahnya itu disuruh keluar dari pintu satunya, karena di kamar tersebut ada dua pintu," jelas Himatul, masih dari TribunMadura.com.
Santriwati yang menjadi saksi kasus ini mengaku sering diajak masuk ke kamar Fahim, namun tidak untuk berbuat asusila.
Baca juga: Deretan Kejahatan Herry Wirawan, Guru yang Rudapaksa dan Hamili 13 Santriwati, Hukuman Mati Menanti
Santriwati ini berani mendobrak pintu kamar Fahim karena merasa cemburu.
"Saya juga heran kok ada santriwati yang berani dobrak kamar gurunya, ternyata santriwati ini sebelumnya juga pernah ada hubungan dengan suami saya enam bulan sebelumnya, jadi dia pun juga cemburu lah," ungkap Himatul.
Terungkap, Fahim sedang menjalin hubugan asmara dengan santriwati yang berada di kamar saat pintu kamarnya didobrak.
Himatul mengatakan santriwati yang berada di kamar FM berusia 18 tahun.
Ia menjelaskan santriwati yang ia bawa untuk menjadi saksi juga pernah keluar masuk kamar Fahim.
"Dia bukan korban, tapi sering keluar masuk (kamar) , tapi tidak sampai dilecehkan, hanya dielus-elus kepalanya, kadang sering diberi uang," terangnya.
Baca juga: MA Tetap Vonis Mati Herry Wirawan, Kementerian Agama: Bisa Beri Efek Jera Pelaku Kekerasan Seksual
Menurut Himatul, perbuatan yang dilakukan FM mengarah ke perselingkuhan dan asusila karena santriwati yang masuk kamarnya sehari bisa dua hingga tiga kali.
"Bahkan pengakuan dari semua santri katanya sering, sehari bisa tiga kali, pagi, siang dan malam di panggil terus."
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.