Minggu, 31 Agustus 2025

Cinta Segitiga Berujung Maut

Orang Tua Indriana Tak Menyangka Didot Tega Bunuh Putrinya: 'Dia Sering Buka Puasa Bareng di Rumah'

Endang Tatik tak pernah menyangka Didot Alfiansyah tega membunuh putrinya, Indriana Dewi Eka Saputri.

Editor: Dewi Agustina
TribunnewsBogor.com
Dipicu cinta segitiga, buat seorang caleg DPR RI perempuan bernama Devara Putri Pananda alias DV (24) gelap mata menghabisi pesaingnya, Indriyana Dewi Eka Saputri (25). Endang Tatik tak pernah menyangka Didot Alfiansyah tega membunuh putrinya, Indriana Dewi Eka Saputri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Endang Tatik (54) tak pernah menyangka Didot Alfiansyah tega membunuh putrinya, Indriana Dewi Eka Saputri.

Padahal Dodit merupakan kekasih dari Indriana.

Bahkan Dodit kerap berkunjung ke rumahnya sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi.

"Saat bulan puasa juga si DA (Didot) sering ke rumah buka puasa bareng. Gak kepikiran saja bisa melakukan itu," kata Endang.

Baca juga: Devara, Caleg Otak Pembunuhan Indriana Disebut Beli iPhone Pakai Uang Hasil Penjualan Barang Korban

Ayah Indriana, Mohamad Roi (56) dan ibunya Endang Tatik mengaku Indriana menjalin kasih dengan Didot Alfiansyah sudah cukup lama.

Mohamad Roi hanya ingin para pelaku diberi hukuman setimpal.

Terlebih mereka telah menghilangkan nyawa putri kesayangannya dengan cara sadis.

"Saya berharap hukuman yang setimpaluntuk pelaku. Kalau bisa hukuman mati," kata Mohamad Roi kepada TribunJakarta.com, Senin (4/3/2024).

Didot tega membunuh kekasihnya Indriana hanya karena menuruti permintaan kekasihnya yang lain, Devara Putri Caleg DPR RI dari Partai Garuda.

Pembunuhan itu terjadi di Bukit Pelangi, Kabupaten Bogor pada Selasa (20/2/2024).

Devara Putri merupakan otak pembunuhan di Bogor yang menewaskan Indriana.

Devara Putri cemburu lantaran kekasihnya, Didot Alfiansyah menjalani hubungan dengan Indriana.

Devara Putri pun meminta Didot untuk membunuh Indriana.

Baca juga: Mimpi-mimpi Indriana untuk Orangtua Sirna seusai Dibunuh Caleg DPR: Ibu Harus Lihat Indri Sukses

Didot kemudian setuju dan meminta eksekutor bernama Muhammad Reza Swastika untuk melakukan pembunuhan.

Jasad Indriana kemudian dibuang para pelaku di jurang kawasan Kota Banjar empat hari setelah dibunuh.

Halaman
123
Sumber: TribunJakarta
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan