Jumat, 29 Agustus 2025

Beredar Chat di IG Ayu Miranda dan Dek Juli, Inikah yang Bikin Gadis Karangasem Akhiri Hidup?

Meskipun kuat dugaan dipicu soal asmara, sampai saat ini tidak diketahui yang memicu Ayu Miranda mengakhiri hidupnya

Editor: Eko Sutriyanto
Kolase Tribunnews.com
Chat DM IG yang diduga menjadi pemicu Ayu Miranda mengakhiri hidupnya 

Ia pun  mengaku belum memiliki pacar.

"Dua hari lalu (pacar Ayu) ke rumah sampai nangis. Sampai bersumpah bilang tidak  kawin.

Apalagi cari pacar. Dia mau ke kapal pesiar satu bulan lagi," kata Sudana.

Ayu Miranda ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Denpasar pada Sabtu 16 Maret 2024.

Meninggalnya gadis asal  Banjar Dinas Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali menjadi pukulan bagi sang ayah,  Wayan Sudana.

Ia tidak menyangka putri kesayangannya mengakhiri hidup anaknya dengan cara gantung di kamar kos. 

Wayan mengatakan, putrinya ini dikenal sosok yang pendiam dan tidak banyak bicara.

Ayu Miranda juga dikenal sosok yang mudah berbagi.

"Kalau pulang dari Denpasar dia selalu membawa buah tangan yang dibagikan kepada tetangganya," katanya.

Masalah Kompleks

Pendiri LBH Bali (WCC) sekaligus Pemerhati Anak dan Perempuan, Ni Nengah Budawati mengatakan jika sampai seseorang memutuskan untuk bunuh diri pasti ada masalah kompleks lainnya. 

“Jadi terlalu kompleks pasti persoalannya seperti ada rasa malu, rasa tidak terima dan rasa cinta yang orang lain tidak paham ya, banyak faktornya sampai itu terjadi,” kata, Budawati. 

Budawati pun menyarankan agar bagi seseorang yang sedang terkena masalah menceritakan pendapatnya dengan siapapun yang sekiranya dapat dipercaya misalnya pada sosok ibu yang dinilai merupakan orang yang pertama kali harus dipercaya tentang segala sesuatu yang terjadi pada diri sendiri atau minimal pada saudara perempuan.

Baca juga: Mengapa orang tua bunuh diri bersama anak?

"Setidaknya jika berbicara pada orang lain, kita akan lebih plong. Mungkin saat curhat ada saja yang merespon tidak baik namun minimal unek-unek kita sudah keluar." 

“Atau menulis di buku harian. Tidak berarti bagi orang lain namun untuk pelampiasan emosional bagus. Sekarang malah di sosial media jadi banyak yang berkomentar tidak pada konteks apa yang kita butuhkan. Ayo bercerita jangan silent, untuk itu penting agar bercerita pada orang yang tepat dan buku harian,” imbuhnya. 

Ketika perempuan sudah mencintai seseorang, acapkali memaklumi apa saja yang pasangannya perbuat. Terlebih jika pasangan  sudah memilih orang lain, tentunya kita harus melihat kembali kenyataannya. 

“Penting untuk dilihat cinta dengan dan seperti apa. Layak tidak untuk dicintai. Makanya saya pikir itu ada konteks sesuatu yang kompleks. (TribunBali/Berbagai sumber)

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan