Bubarkan Pengunjuk Rasa Pakai Parang, Bupati Halmahera Utara Frans Manery Dilaporkan ke Polisi
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melaporkan Bupati Halmahera Utara Frans Manery ke polisi.
Editor:
Erik S
Disentil terkait dengan perlindungan terhadap korban sekaligus pelapor kata Anjas, pihaknya juga akan menjamin keseharian korban dan akan ditindaklanjuti hingga ke Polres Halmahera Utara.
“Kalau yang perlindungan terhadap korban, kita juga akan sampaikan ke Polres, yang pasti kita minta korban untuk menyampaikan sejujur-jujurnya di hadapan penyidik sehingga bisa menjadi terang,” pungkasnya.
Penjelasan Bupati Halmahera Utara
Bupati Halmahera Utara, Maluku Utara, Frans Manery buka suara soal video viral yang beredar di media sosial, merekam aksi dirinya membubarkan massa aksi dengan menggunakan sebilah parang, Jumat (31/5/2024).
Diketahui massa aksi tersebut berunjuk rasa di saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Utara, sekitar pukul 11.00 WIT.
Baca juga: KPAI Kutuk Keras Oknum Polisi Yang Rudapaksa Anak Gadis 16 Tahun di Halmahera Utara
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di Kantor DPRD Halmahera Utara, dan dilanjutkan di Kantor Keuangan Daerah Kabupaten Halmahera Utara.
Frans Manery dalam video pendek memberikan klarifikasi, bahwa massa aksi berlaku ricuh saat para pegawai sedang melaksanakan ibadah Sholat Dzuhur.
"Massa aksi masuk dan mengobok-obok fasilitas Kantor Keuangan Daerah Halmahera Utara. Bunga-bunga di meja dibuang keluar oleh para Massa aksi," Ujar Frans Manery dalam cuplikan video pendek.
Frans Manery melanjutkan massa aksi juga bergerak ke Hotel Marahai, Kecamatan Wosia, Kabupaten Halmahera Utara.
"Setelah itu kami menganggap bahwa aksi ini sudah selesai, " Sambung Frans.
Frans Manery yang sedang mengikuti Pleno KPU Penetapan Hasil Pemilu Pasca Keputusan MK, bersama Forkopimda di Hotel Greenland, kemudian menerima telpon dari anaknya.
Rupanya Massa aksi tersebut melanjutkan unjuk rasa ke rumah Frans Manery.
"Kebetulan di rumah saya, ibu sedang menjamu tamu penyanyi dan artis Mongol," bebernya.
Menurut Frans Manery, para pengunjuk rasa hendak mengusir para tamu yang diundang di rumahnya tersebut.
"Massa aksi melarang para artis tersebut, tidak boleh melakukan pertunjukan malam hari ini," kata dia.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa di Kantor BTN Berujung Anarkis, Nasabah Merasa Dirugikan
Sumber: Tribun Ternate
Frans Manery
Bupati Halmahera Utara
Polda Maluku Utara
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)
parang
Jelang Kongres GMKI, Prima Surbakti Siap Ciptakan Kader GMKI Bangun Bangsa |
![]() |
---|
Gubernur Kaltim Pastikan Dukung Penyelenggaraan Kongres ke-39 GMKI di Kota Samarinda |
![]() |
---|
Kronologi Pembacokan Parang di Palu: Raiscal Tewas Dibacok Usai Usir Sejoli dari Kamar Hotel |
![]() |
---|
Wakapolres Pulau Taliabu Ditahan Imbas Dugaan Selingkuh dengan Anggota DPRD Malut, Ini Profilnya |
![]() |
---|
Nasib Anak Wakapolres Taliabu Viralkan Dugaan Perselingkuhan Ayahnya dengan Anggota DPRD Malut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.