Senin, 11 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Eks Jenderal Polwan di Balik Pemecatan AKP Dadang Usai 4 Hari Tembak Kompol Anumerta Ryanto

4 hari setelah tembak Kompol Anumerta Ryanto, AKP Dadang dipecat dari Polri sebelumnya eks jenderal Polwan sudah pastikan pemecatan ke keluarga korban

Tayang:
Kolase foto TribunTimur/tribunnews.com/TribunPadang.com
Kolase foto AKP Dadang Iskandar tersangka penembakan yang sudah dipecat dari Polri pakai baju tahanan biru dan kuning, Anggota Kompolnas, Irjen Purn Ida Oetari Purnamasari, ibunda korban Kompol Anumerta Ryanto dan foto korban. Empat hari setelah tembak mati Kompol Anumerta Ryanto, AKP Dadang dipecat dari Polri jauh sebelumnya eks jenderal Polwan sudah pastikan pemecatan ke keluarga korban. 

Dia kembali menegaskan pelaku akan menjalani proses pidananya sebab menghilangkan nyawa seseorang.

Pihaknya juga tengah menyelidiki unsur perencanaan dalam kasus yang menimpa AKP Ulil Ryanto.

"Dan akan dibuktikan apakah ada perencanaan atau tidak. Itu nanti penyidik yg akan membuktikan bukti-bukti yang ada," ungkapnya

Terkait dugaan pelaku mengalami gangguan mental, Ida mengaku hal tersebut akan dibuktikan oleh ahli.

"(Dugaan gangguan mental) Nanti yang menbuktikan dengan ahli. Kalau ahlinya mengatakan tidak ya tidak. Semuanya ahli yang bisa menentukan gangguan mental atau tidak," pungkasnya.

Sekadar diketahui, AKP Ulil Ryanto Anshar merupakan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan

Dia tewas ditembak oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar.

Peristiwa ini terjadi di parkiran Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024) dini hari.(*)

 

Kompolnas Terjunkan Tim untuk Awasi Kasus Penembakan AKP Ryanto

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengunjungi rumah duka almarhum Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshar, di Kompleks Antang Jaya, Blok E 6, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulsel, Sabtu (23/11/2024).

Kedatangan Kompolnas disambut oleh ibu almarhum, Christina Yun Abu Bakar.

Anggota Kompolnas, Irjen Purn Ida Oetari Purnamasari, mengucapkan belasungkawa yang mendalam.

"Saya perwakilan Kompolnas datang ke rumah duka untuk menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga junior saya," ucapnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, setelah menerima informasi peristiwa ini, Kompolnas bergerak cepat.

Sebagai pengawas eksternal Polri, Kompolnas telah memberangkatkan tim ke Solok untuk mengetahui peristiwa tersebut dan kebenaran motif kasus ini.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved