Kejanggalan pada Jasad Siswa SMA di Asahan yang Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Ditemukan Bercak Merah
Polres Asahan lakukan ekshumasi untuk mencari penyebab pasti kematian Pandu Brata Siregar (18) siswa SMA yang diduga jadi korban penganiayaan polisi.
Penulis:
Nina Yuniar
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
"Jadi awalnya dia ini nonton balap lari sama teman-temannya, di dekat PT Sintong. Kemudian, ada polisi dua sepeda motor ngejar bubarkan balap itu. Karena kewalahan, mereka satu sepeda motor tarik lima," jelas keluarga korban, Selasa (11/3/2025).
Kemudian, terjadilah aksi kejar-kejaran antara diduga polisi dengan sepeda motor yang ditumpangi oleh korban.
"Setelah dikejar, satu orang lompat kemudian lari. Lepas dari kejaran polisi. Saat korban yang lompat, terjatuh dan pengakuan korban saat itu langsung ditendang sebanyak dua kali," paparnya.
Setelah diamankan, korban sempat dibawa ke Polsek Simpang Empat lalu dijemput dan dibawa berobat.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit, diagnosa dari dokter itu ada yang bocor bagian dalamnya. Kalau tidak salah lambungnya," ungkapnya.
Ditemukan beberapa luka lain di bagian kepala dan wajah korban.
Keluarga lantas berunding terkait rencana melaporkan kejadian ini ke Propam Polres Asahan.
"Korban ini anak yatim piatu. Saat ini sudah dalam proses pemakaman, laporan ini kami masih pertimbangkan apakah akan membuat laporan karena masalah biaya juga," ucapnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Ahli Forensik Temukan Ketidakwajaran saat Bongkar Makam Siswa yang Tewas Diduga Dianiaya Polisi
(Tribunnews.com/Nina Yuniar) (Tribun-Medan.com/Alif Al Qadri Harahap)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.