Sabtu, 30 Agustus 2025

Kelompok Bersenjata di Papua

Profil Rosalina Guru Tewas dalam Serangan OPM yang Membakar Sekolah dan Rumah di Yahukimo

Berikut ini profil Rosalina. Rosalina guru tewas akibat rumah dan sekolah diakar OPM di Kampung Anggruk, Yahukimo. Rosalina atau akrab disapa ibu Ros.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun-Papua.com/Istimewa
OPM BUNUH GURU - Berikut ini profil Rosalina. Rosalina guru tewas akibat rumah dan sekolah diakar OPM di Kampung Anggruk, Yahukimo. Rosalina atau akrab disapa ibu Ros itu berusia 30 tahun. Rosalina bersama dengan puluhan guru lainnya menjadi korban pada saat OPM membakar rumah dan sekolah mereka. Dalam catatan Kodam XVII/Cenderawasih ada empat bangunan gedung sekolah dan satu rumah guru di Kampung Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua yang dibakar. Insiden itu terjadi pada Jumat (21/3/2025). 

"Ada korban satu orang yaitu namanya Ibu Ros,” ujar Pahabol.

Pasca kejadian, kata dia, Pemerintah Yahukimo segera mengevakuasi korban.

Proses evakuasi di lapangan dilakukan di tengah situasi mencekam.

Situasi terkini di lokasi terlihat sepi dan tidak ada aktivitas warga.

Korban dibawa ke Jayapura, Papua.

Untuk korban menderita luka berat dibawa ke Rumah Sakit Martin.

Sedangkan untuk korban luka ringan dibawa ke Rumah Sakit Yaori.

“Kami diperintahkan untuk ke Jayapura evakuasi korban,” kata Pahabol.

Baca juga: Komnas HAM Diminta Kawal Kasus Vonis Bebas Polisi Cabuli Anak di Papua 

 Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, menjelaskan bahwa hanya 1 orang korban meninggal dunia akibat ulah Tentara Pembebasan Papua Papua Barat (TPN- PB). Dia menyebut informasi yang mengatakan 6 orang meninggal dunia itu tidak benar.

"Kami sudah masuk di lokasi dan melakukan penanganan darurat," kata Bupati Yahuli.

Dengan cuaca yang baik, kekuatan TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu korban. Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Bupati Yahuli juga menyampaikan bahwa pertolongan kesehatan di lokasi terbatas, sehingga korban yang luka berat dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

"Kami menyampaikan prihatin dan turut berduka cita yang mendalam untuk satu tenaga guru yang meninggal dunia. Kiranya jasa dan pelayanannya dapat diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan dapat penguatan dari Tuhan,” katanya.

"Kami sudah tanya wakil bupati langsung  yang turun ke lokasi. Informasi terakhir yang kami dapat adalah 1 meninggal dunia dan 3 luka berat dan 3 luka ringan,” katanya.

Ia kembali menegaskan kepada semua pihak bahwa informasi yang menyebut terdapat 6 hingga 7 korban meninggal dunia, tidak benar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan