Minggu, 31 Agustus 2025

Fakta-fakta Pria di Gorontalo Dikeroyok 6 Debt Collector padahal Motor Sudah Lunas, Saling Lapor

Kronologi pengeroyokan Moh Andi Indalan oleh enam debt collector di Gorontalo, berujung saling lapor.

TRIBUNGORONTALO.COM/ARIANTO PANAMBANG
DEBT COLLECTOR BERULAH - Moh Andi Indalan (baju abu-abu) dan Iwan Pakaya saat melapor kasus penganiayaan ke Polresta Gorontalo, Selasa (25/3/2025). Andi dikeroyok oleh enam debt collector, padahal motornya sudah lunas. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria berusia 46 tahun asal Pagimana, Sulawesi Tengah, Moh Andi Indalan alias Andi, menjadi korban pengeroyokan oleh enam debt collector.

Kejadian ini berlangsung di Jalan DI Pandjaitan, Kota Gorontalo, dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Identitas Korban

Korban, Moh Andi Indalan, telah tinggal di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, selama lebih dari 10 tahun.

Andi mengaku pernah mengambil kredit sepeda motor Honda BeAT di Kecamatan Pagimana sebelum pandemi Covid-19.

Meskipun sempat menunggak, Andi menegaskan seluruh tagihan sudah dilunasi dan ia telah mengantongi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai bukti.

Kronologi Kejadian

Andi menceritakan, insiden tersebut bermula saat ia bersama iparnya, Iwan Pakaya, dalam perjalanan pulang setelah berbelanja.

Mereka dicegat oleh sekelompok pria yang mengendarai empat motor.

Saya dipaksa berhenti di tengah jalan. Mereka bilang saya harus ke kantor dulu. Ada empat motor, tiga di antaranya berboncengan, dan satu motor hanya satu orang," ungkap Andi kepada TribunGorontalo.com, Selasa (25/3/2025).

Setelah dibawa ke kantor pemberi pinjaman, Andi diinterogasi mengenai dugaan tunggakan pembayaran.

Baca juga: Motor Sudah Lunas, Pria di Gorontalo Malah Dikeroyok Debt Collector untuk Tarik Kendaraannya

Ia menegaskan semua cicilan telah lunas.

Ketika mencoba mengambil BPKB kendaraan dan mencoba menyalakan motornya, situasi memanas dan berujung pada pengeroyokan.

"Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua," tambah Andi.

Kata Saksi Mata

Iwan Pakaya, sebagai saksi mata, mengonfirmasi peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan debt collector menggunakan helm untuk memukul Andi.

"Saya lihat mereka ambil kayu, batu, dan helm. Saya coba menenangkan, kalau bisa dibicarakan baik-baik, tapi mereka tidak mendengar saya dan tetap memukul Pak Andi," jelas Iwan.

Tindakan Aparat

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan