Tendang Testis PPDS, Dokter Konsulen RS di Palembang Dinonaktifkan, Rekam Jejak Buruk sejak 2019
Dokter RSMH yang menendang alat vital dokter PPDS Unsri dinonaktifkan. Ternyata, pelaku memang memiliki rekam jejak buruk seperti kerap membully.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Garudea Prabawati
Adapun sanksi yang dijatuhkan berupa larangan mengajar selama dua tahun.
Empat tahun berselang, YS kembali berulah dengan berkata kasar hingga melakukan penganiayaan.
"Kemudian pada 2023, kami memberikan sanksi disiplin kepada yang bersangkutan karena banyaknya laporan. Konsulen ini sering berkata kasar, mencubit, bahkan sampai menonjok," kata Siti.
Siti menuturkan berbagai sanksi yang telah diberikan tetap tak membuat sifat YS berubah.
Puncaknya yaitu ketika YS menendang alat vital S hingga mengalami pendarahan pada Minggu (20/4/2025) di ruang ICU.
Kendati YS memiliki rekam jejak buruk terkait sifatnya, tetapi Siti menuturkan pelaku berkinerja baik selama bekerja di RSMH.
"Tetapi terlepas dari orangnya yang emosional, YS ini kinerjanya sangat baik dan perfeksionis dalam menjalankan pekerjaan," tandasnya.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Sumsel dengan judul "BREAKING NEWS: Oknum Dokter Konsulen RSMH Tendang Alat Vital PPDS Hingga Pendarahan Dinonaktifkan"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Sumsel/Rachmad Kurniawan)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.