Sabtu, 30 Agustus 2025

Tendang Testis PPDS, Dokter Konsulen RS di Palembang Dinonaktifkan, Rekam Jejak Buruk sejak 2019

Dokter RSMH yang menendang alat vital dokter PPDS Unsri dinonaktifkan. Ternyata, pelaku memang memiliki rekam jejak buruk seperti kerap membully.

Tribun Sumsel/Rachmad Kurniawan
KONFERENSI PERS -- Direktur Utama RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, dr. Siti Khalimah Sp.KJ MARS (tengah kanan) didampingi ⁠Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian RSMH, dr Triana Puspita Dewi, Kepala Satuan Pengawas Internal RSMH, Wijaya S.Pd dan ⁠Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Prof Dr dr Irfanuddin saat menjelaskan tentang update kasus kekerasan yang dilakukan oknum dokter konsulen, Rabu (23/4/2025). Dokter YS oknum Konsulen yang melakukan kekerasan dinonaktifkan. Ternyata, pelaku memang sudah memiliki rekam jejak buruk sejak tahun 2019 lalu seperti berkata kasar hingga suka melakukan bullying. 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter konsulen Rumah Sakit Umum Pusat Muhammad Hoesin (RSMH) berinisial YS dinonaktifkan dari aktivitas mengajar dan pelayanan setelah menendang alat vital dokter Pendidikan Program Dokter Spesialis Universitas Sriwijaya (PPDS Unsri) berinisial S.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RSMH, Siti Khalimah dalam konferensi pers pada Rabu (23/4/2025).

Siti menuturkan penonaktifan YS terhitung sejak Selasa (22/4/2025) kemarin.

Dia menuturkan peristiwa YS menendang alat vital S terjadi pada Minggu (20/4/2025) di ruang ICU RSMH.

Adapun alasan pelaku melakukan hal tersebut lantaran tidak puas dengan kinerja korban.

"Peristiwa itu memang ada dan terekam kamera CCTV di ruangan ICU. Dari hasil investigasi yang kami dapat tindakan kekerasan itu dilakukan karena tidak puas dengan kinerja PPDS-nya," ujar Siti, dikutip dari Tribun Sumsel.

Kini, kata Siti, korban telah beraktivitas normal setelah mendapat perawatan akibat ulah pelaku.

"Korban baik-baik saja tidak sampai dirawat, setelah itu keesokan harinya (hari Senin) kembali beraktivitas seperti biasa," katanya.

Di sisi lain, Siti menuturkan penonaktifan YS bukan karena penganiayaan terhadap S, tetapi berdasarkan investigasi yang telah dilakukan sejak Maret 2025.

Baca juga: Menkes: Pemberian Izin PPDS Praktik Sebagai Dokter Umum Bersifat Opsional

Pasalnya, saat itu, pihak RSMH memperoleh laporan bahwa YS menempeleng dokter PPDS lainnya.

"Sekarang dia kami serahkan ke Kementerian Kesehatan, karena dia ASN Kemenkes. Sembari menunggu sanksi apa dari Kemenkes, dokter YS kami nonaktifkan baik tugasnya sebagai konsulen di rumah sakit maupun pengajar terhitung 22 April 2025," katanya.

Rekam Jejak Buruk: Tempramental dan Suka Bully

Siti mengakui bahwa YS memang memiliki rekam jejak buruk karena tempramental dan gemar melakukan bullying.

Hal ini membuat dokter PPDS yang berada di RSMH takut untuk bertemu dengan YS.

Siti mencontohkan YS pernah dijatuhi sanksi pada tahun 2019 lalu lantaran melontarkan lisan yang kurang baik kepada para dokter PPDS.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan