Minggu, 31 Agustus 2025

Dibunuh Gara-gara Dianggap Sok Pintar, Jasad Karyawan Baru di Tangerang Dibuang Pakai Motor

Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial R (23), pelaku pembunuhan di sebuah kos di Tangerang pada Rabu (23/4/2025). Jasad dibungkus karung dibuang.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: timtribunsolo
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
MAYAT DALAM KARUNG - Tersangka pembunuhan pria dalam karung di Batu Ceper, Tangerang bernama Nana alias Ragil (23) ditampilkan saat konferensi pers pengungkapan kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/4/2025). Terlihat tersangka hanya tertunduk lesu saat itu. 

TRIBUNNEWS.COM - Penemuan jasad terbungkus karung di Tangerang pada April 2025 menggemparkan masyarakat setempat.

Jasad yang ditemukan di Batuceper ini merupakan milik seorang pria bernama Bashar, 32 tahun, yang berasal dari Lampung.

Pelaku dari kasus pembunuhan ini adalah R, seorang rekan kerja korban di sebuah konveksi.

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak Polda Metro Jaya berhasil menangkap R di sebuah kos di Tangerang pada Rabu, 23 April 2025.

Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, insiden ini terjadi setelah R dan Bashar bekerja di konveksi yang bernama Hera Bordir di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Minggu sore, 20 April 2025.

Kombes Wira menjelaskan bahwa saat itu hanya ada R dan Bashar yang berada di lokasi.

R membantu Bashar yang sedang bekerja, namun situasi tersebut berubah menjadi tragedi.

Kombes Wira menjelaskan, pelaku memukul kepala Bashar dengan menggunakan shockbreaker dan piring hingga Bashar tewas.

Selain itu, R juga mengambil sebuah pisau untuk menyayat jari korban.

Setelah menghabisi nyawa Bashar, jasadnya dibungkus dengan karung dan diletakkan di sepeda motor milik korban.

R kemudian membawa jasad tersebut dan mencari tempat untuk membuangnya.

"Saluran air di jalan Daan Mogot Batuceper menjadi lokasi pembuangan jasad karena sepi," jelas Wira.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Tangerang Terekam CCTV Bawa Jasad Pakai Motor, Dibuang ke Saluran Air

R tidak menunjukkan penyesalan, bahkan kembali bekerja di Hera Bordir seperti biasa.

Menurut Kombes Wira, motif pembunuhan ini berkaitan dengan ketidakpuasan pelaku terhadap sikap korban.

Korban, yang baru mengenal pelaku sehari sebelumnya, dianggap telah bersikap sombong dan mengajari pelaku yang sudah lebih lama bekerja di konveksi tersebut.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan