Sabtu, 16 Mei 2026

Misteri Perusakan Makam di Bantul dan Jogja Terkuak, Siapa Pelakunya?

Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku perusakan terhadap beberapa makam di Pemakaman Buluwarti, Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Falza Fuadina
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Dok. Polres Bantul via Tribun Jogja
PELAKU TEREKAM CCTV - Pelaku perusak nisan makam terekam CCTV berinisial ANFS (16) saat akan melakukan aksinya di TPU Baluwarti, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, pada Jumat (16/5/2025) sekitar pukul 14.06 WIB. 

Salah satu lokasi kejadian berada di TPU Ngentak, RT 10, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, di mana setidaknya terdapat 10 nisan yang dirusak oleh pelaku.

Respons Gubernur DIY

Maraknya perusakan makam di beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat respons dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Sri Sultan HB X mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dan berhati-hati dalam menanggapi kasus perusakan sejumlah makam di Kabupaten Bantul.

Meski demikian, Sri Sultan HB X enggan berspekulasi mengenai motif pelaku dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Saya tidak tahu (motifnya). Jadi saya tidak berani berkomentar, karena takut keliru menyampaikan kepada publik,” ujar Sultan, Senin (19/5/2025).

Sri Sultan HB X mengungkapkan bahwa insiden serupa pernah terjadi di masa lalu, meskipun belum bisa dipastikan apakah kejadian kali ini memiliki hubungan langsung dengan peristiwa sebelumnya.

“Berarti kan ini kembali ke sekian tahun yang lalu, kan juga pernah terjadi seperti itu. Tapi saya tidak tahu motifnya apa,” ucapnya.

Melansir dari TribunJogja.com, Sri Sultan HB X menekankan bahwa pernyataan yang tidak didukung fakta dapat menyesatkan publik dan memperburuk situasi.

Menurutnya, pemerintah daerah memilih untuk bersikap tenang dan menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang.

“Kalau saya asal bicara, nanti bisa berbeda dengan fakta yang sebenarnya. Itu justru bisa menyesatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, aparat perlu diberi ruang untuk bekerja secara objektif agar pelaku segera terungkap, sehingga publik dapat memperoleh kepastian hukum.

“Kalau memang sudah ada kasus itu, ditangani dulu masalahnya seperti apa,” kata Sri Sultan HB X.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Polisi Gali Keterangan Pelaku Perusakan Makam di Bantul dan Jogja

(Tribunnews.com/Falza) (TribunJogja.com/Miftahul Huda)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved