Kamis, 16 April 2026

Kepala Sekolah SD di Karo Sumut Dicopot Diduga Karena Joget, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan

Tanti Nilawati dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah SDN 050417 Tiga Jumpa, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Sumut.

Editor: Erik S
Tangkapan Layar TikTok Surbakti Bre Ginsu
DINONAKTIFKAN KARENA VIDEO - Tangkapan layar ini diambil dari akun TikTok, Surbakti Bre Ginsu via Tribun-Medan.com. Sejumlah tenaga pengajar di SDN 050417 Tiga Jumpa, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, membuat video saat banjir menggenangi sekolah belum lama ini. Kabar terbaru, Kepala Sekolah tersebut dinonaktifkan diduga karena video yang dibuat bulan April lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, KARO - Tanti Nilawati dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah SDN 050417 Tiga Jumpa, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut).

Pencopotan tersebut diduga imbas aksi Tanti joget saat sekolah terkena banjir.

Terkait isu pencopotan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Anderiasta Tarigan memberikan penjelasan.

Baca juga: Sosok Tanti Nilawati, Kepsek SD di Karo Dinonaktifkan karena Viral Asik Joget saat Sekolah Banjir

Ia menjelaskan tindakan yang diberikan oleh Disdik kepala Tanti Nilawati sudah melalui beberapa proses semenjak viralnya video yang diduga jadi latar belakang Tanti diberikan tindakan tegas dari Disdik. 

"Bukan dicopot, tapi dinonaktifkan. Tindakan yang kita berikan juga sudah melalui beberapa proses yang langsung kita sampaikan kepada yang bersangkutan," ujar Anderiasta, Selasa (20/5/2025). 

Dijelaskan Anderiasta, sebelum akhirnya Tanti dinonaktifkan dari jabatannya, pihaknya telah memanggil Tanti bersama tiga orang tenaga pengajar di sekolah tersebut setelah video keempatnya viral.

Diketahui, latar belakang kasus ini diduga karena keempat tenaga pengajar di sekolah tersebut yang membuat video di tengah genangan banjir di halaman sekolah pada pertengahan bulan April lalu. 

Setelah video tersebut viral, Anderiasta menjelaskan pihaknya langsung memanggil pihak yang terlibat di dalam video tersebut.

Selanjutnya, pihaknya memberikan tindakan berupa teguran lisan agar hal tersebut tidak kembali dilakukan karena dianggap dapat membuat gaduh di masyarakat. 

Terlebih, dikatakannya saat ini Pemkab Karo dan seluruh jajaran OPD sedang menggalakkan pembenahan lingkungan.

Sehingga apa yang dibuat oleh keempatnya dengan bergoyang di tengah genangan banjir bukan membuat solusi malah dapat menimbulkan spekulasi yang liar di masyarakat. 

Baca juga: Kepsek di Karo Dinonaktifkan usai Joget saat Banjir, Orang Tua Murid Protes: Banyak Perubahan Baik

"Perlu kami jelaskan, pada saat kejadian di tanggal 15 April kita sudah memanggil beliau bersama teman-temannya dan kita berikan teguran lisan," ucapnya. 

Setelah teguran lisan tersebut, dikatakan Anderiasta pihaknya meminta komitmen Tanti dan juga seluruh tenaga pendidik di sana menangani banjir di sekolahnya.

Saat itu, Tanti bersama ketiga tenaga pendidik lainnya berkomitmen membuat drainase dan langkah lainnya untuk menangani permasalahan tersebut. 

"Dari hasil pertemuan itu, mereka berkomitmen untuk membuat drainase dan sumur resapan untuk menangani bajir itu. Karena memang di sekolah itu lokasinya cekungan, jadi air sering menggenang kalau hujan," katanya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved