Mobil BMW Tabrak Mahasiswa UGM
Ibu Argo Ericko Sudah Ikhlas Lepas Kematian sang Anak, Tidak Dendam dan Marah ke Christiano Tarigan
Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Jaka Triyana, mengabarkan kondisi terbaru keluarga Argo Ericko Achfandi (19).
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Jaka Triyana, mengabarkan kondisi terbaru keluarga Argo Ericko Achfandi (19).
Diberitakan sebelumnya, Argo tewas setelah ditabrak Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan (22), pada Sabtu (24/5/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Jaka menyebut, keluarga sudah bisa menerima kematian Argo dengan ikhlas.
"Pihak keluarga pada intinya sudah ikhlas, karena ini adalah kejadian yang memang sudah terjadi."
"Tidak ada dendam, tidak ada rasa amarah. Ibu korban telah ikhlas lillahi ta'ala bahwa kejadian memang di luar kehendak dari korban dan dari pelaku."
"Walaupun, memang secara psikologis ibu korban masih memang belum siap dan masih syok untuk berinteraksi secara umum seperti biasanya," katanya, dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV, Kamis (29/5/2025).
Baca juga: Beredar Isu Intimidasi Keluarga Argo oleh Pihak Christiano, FH UGM Membantah: Pelaku Tak Mendatangi
Di sini lain, keluarga tetap menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian.
Mereka berharap kematian Argo Ericko diusut tuntas sehingga bisa terang benderang.
Jaka juga memastikan, pihak UGM tidak lepas tangan dan akan membantu memberikan pendampingan.
"Kami dari Fakultas Hukum melalui Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum UGM akan mendampingi proses kasus ini sampai nanti berjalan dan berakhir."
"Sehingga keadilan buat almarhum mahasiswa kami itu dapat tercapai. Dan kami bekerja sama secara baik dengan instansi kepolisian," imbuh dia.
Sosok Argo di mata Jaka
Jaka dalam kesempatannya mengenang sosok dari mahasiswanya itu.
Ia menyebut almarhum aktif dalam kegiatan kampus, bahkan Argo mendapatkan julukan sebagai pionir di Fakultas Hukum UGM.
Sedangkan pertemuan terakhir Jaka dan Argo terjadi 3 minggu sebelum insiden tabrakan.
"Yang bersangkutan berkegiatan di Dema Justicia (organisasi internal fakultas), yaitu Dema mengajar di Desa Merdikorejo, Tempel ini adalah bentuk pengabdian masyarakat."
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.