Dedi Mulyadi Pimpin Jabar
Larangan Study Tour Dedi Mulyadi Berdampak hingga ke Yogyakarta
Kebijakan pelarangan study tour yang dikeluarkan Dedi Mulyadi untuk Provinsi Jawa Barat ternyata juga berdampak hingga ke DI Yogyakarta.
Penulis:
Muhammad Renald Shiftanto
Editor:
Tiara Shelavie
“Larangan semacam ini menambah tekanan. Apalagi sebelumnya juga ada larangan study tour dan sejenisnya. Itu membuat iklim usaha tidak kondusif," imbuhnya.
Dedi Ogah Cabut Larangan
Dedi Mulyadi pun tanggapi soal aksi demo para pekerja pariwisata yang protes soal larangan study tour.
Ia menuturkan, demonstrasi yang dilakukan sejumlah pihak tersebut malah menunjukkan bahwa kegiatan study tour lebih menyerupai piknik dibandingkan kegiatan yang bersifat edukatif.
"Demonstrasi kemarin menunjukkan semakin jelas bahwa kegiatan study tour itu sebenarnya kegiatan piknik, kegiatan rekreasi,"
"Bisa dibuktikan, yang berdemonstrasi adalah para pelaku jasa kepariwisataan," kata Dedi.
TribunJabar.id mewartakan, ia menyebut bahwa peserta demo juga diikuti oleh pelaku wisata dari provinsi lain.
Ia pun enggan mencabut SE tersebut dengan alasan untuk melindungi para orang tua dari beban biaya yang tak perlu.
"Insya Allah Gubernur Jawa Barat akan tetap berkomitmen menjaga ketenangan orangtua siswa, agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya di luar kebutuhan pendidikan," ujarnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Respons Dedi Mulyadi soal Demo Pekerja Pariwisata, Ogah Cabut Larangan Study Tour: Demi Rakyat dan di TribunJogja.com dengan judul Dampak Larangan Study Tour, Kunjungan Wisatawan Semester Pertama 2025 di Bantul Menurun
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Salma Dinda Regina/Nappisah)(TribunJogja.com, Neti Istimewa Rukmana/R.Hanif Suryo Nugroho)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.