Minggu, 26 April 2026

Dedi Mulyadi Pimpin Jabar

Pemkot Bandung Bolehkan Siswa SD dan SMP Study Tour, Dedi Mulyadi Minta Wisata Daerah Diperbaiki

Larangan study tour oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dikritik pelaku wisata. Pemkot Bandung izinkan sekolah gelar study tour dengan sejumlah syarat.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo
/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
LARANGAN STUDY TOUR - Pelaku usaha pariwisata menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (21/7/2025). Pemkot Bandung memiliki aturan yang berbeda terkait study toru siswa SD dan SMP. 

Pasangan Muhammad Farhan–Erwin meraih kemenangan dalam Pilkada Kota Bandung 2024 dengan perolehan suara sebanyak 523.000 suara, atau sekitar 44,64 persen dari total suara sah.

Erwin menerangkan kewenangan tingkat sekolah antara Pemprov Jabar dengan Pemkot Bandung berbeda.

"Tentunya kita tahu bahwa gubernur kebijakannya adalah SMA. Untuk tingkat kota adalah SD dan SMP."

"Nah, Pak Wali sudah membuat kebijakan seperti itu," bebernya.

Baca juga: Perusahaan Bus di Jabar Merugi Akibat Larangan Study Tour, Sopir Terpaksa Kerja Serabutan

Erwin meminta pihak sekolah tidak melakukan pemaksaan agar siswa ikut study tour.

"Walaupun mereka mau piknik, mau apa, silakan saja tapi jangan dikaitkan dengan nilai akademik atau dengan pelajaran," katanya.

Selama ini Kota Bandung menjadi tujuan study tour sehingga berdampak ke pendapatan pelaku pariwisata.

"Ya, alhamdulillah bagaimanapun Bandung ini sekarang ini kan ada event, ada kunjungan. Makanya kami akan membuat pusat tematik juga."

"Sebagaimana para wisatawan yang bisa berada di kota Bandung ini bisa menikmati," tandasnya.

Saat menanggapi kebijakan yang berbeda antara Pemkot dan Pemprov, Dedi Mulyadi meminta siswa tidak dijadikan target pendapatan wisata.

“Menjadikan anak sekolah sebagai obyek kunjungan wisata daerah itu tidak punya dasar akademik dan moral,” tegasnya, Sabtu (26/7/2025).

Politisi Partai Gerindra itu meminta kepala dearah fokus mengembangkan wisata di wilayah masing-masing agar kunjungan tidak mengandalkan study tour.

“Kemudian juga bangunan-bangunan heritage-nya harus dijaga estetikanya dengan baik. Bebaskan berbagai pungutan liar dari parkir liar, calo tiket, atau kadang ada satu objek itu ada dua tiket,” tuturnya.

Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Erwin Tetap Dukung Kebijakan Wali Kota Bandung Meski KDM Ancam Pecat Kepsek yang Gelar Study Tour

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Hilman)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved