Satria Kumbara Terluka Usai Dikepung Drone dan Dihujani Mortir Ukraina di Medan Tempur
Satria Kumbara, eks Marinir TNI AL, terluka parah usai dikepung drone dan dihujani mortir Ukraina saat bertempur bersama Rusia.
Dalam video tersebut, dengan susah payah, Satria mengucapkan selamat Dirgahayu Republik Indonesia.
"Dirgahayu Republik Indonesia,"
"Mudah-mudahan, rakyat semakin sejahtera, tercipta lapangan kerja yang banyak untuk kesejahteraan rakyat,"
"Sekali merdeka tetap merdeka," ucap Satria.
Video tersebut merupakan kiriman Satria kepada Ruslan Buton melalui aplikasi chating WhatsApp.
Dalam percakapan itu, Satria mengatakan bahwa dirinya dikepung drone Kamikaze Z dan ditembaki mortir.
"Saya dievakuasi mundur sekarang komandan, tetapi lagi transit di titik poin lain karena drone dan artileri Ukraina sedang maksimal kerja," tulis Satria.
"Saya harus jalan 10 kilometer lagi ke titik aman komandan," tambahnya dalam chatingan berikutnya.
Setelah itu chat terputus. Terlihat ada riwayat panggilan video dari Ruslan Buton dan juga voice note. Tetapi tidak ada balasan lagi dari Satria.
Sementara Ruslan Buton dalam video postingannya menyampaikan, komunikasinya dengan Satria terjadi pada hari Rabu 20 Agustus 2025, tepat pukul 15.58 Wib..
"Saya berkomunikasi dengan Staria Arta Kumbara melalui chat WA," katanya.
Ruslan Buton menyampaikan bahwa Satria saat ini sedang dalam proses evakuasi karena terluka parah di bagian kepala.
Satria disebutkan Ruslan, tidak hanya mendapat serangan drone, tetapi juga mendapat tembakan mortir yang bertubi-tubi.
"Saudara Sartria Arta Kumbara mengalami cedera terkena percikan peluru dan kepalanya penuh luka," ucap Ruslan Buton.
Satria lanjut Ruslan Buton, juga meminta doa dari seluruh rakyat Indonesia agar bisa selamat dari kondisi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Satria-Arta-Kumbara-mantan-Marinir-TNI-AL-tampak-terluka-parah-di-garis-depan-Ukraina.jpg)