Berita Populer Hari Ini
5 Populer Regional: Viral Video Dosen Lempar Skripsi - Oknum TNI AL Aniaya Warga hingga Tewas
Berita populer regional dimulai viral video dosen lempar skripsi mahasiswanya hingga kasus oknum TNI AL aniaya warga hingga tewas.
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Berita populer reginal dimulai dari viral video dosen lempar skripsi mahasiswanya.
Kejadian ini terekam di Universitas Nias, Sumatera Utara, pada Jumat (22/8/2025) lalu.
Belakangan terungkap pemicunya miskomunikasi antara dosen dan mahasiswa terkait proses pendaftaran yudisium.
Kemudian ada kasus oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) aniaya warga hingga tewas dilaporkan terjadi di Kota Pekanbaru, Riau.
Pelakunya oknum TNI AL berpangkat Lettu berinisial MZ, sedangkan korbannya Gunawan.
Kasus bermula saat Gunawan dituduh mencuri buah sukun di lahan kosong milik pelaku.
Nasib Lettu MZ telah diamankan Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpom Lanal) Dumai, Riau.
Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam di Tribunnews.com:
1. Viral Video Dosen Lempar Skripsi, Mahasiswa Emosi Gebrak Meja: Kenapa Mempersulit Kami?
Video aksi dosen lempar skripsi hingga membuat mahasiswa emosi gebrak meja, viral lewat media sosial.
Insiden tersebut terjadi di Gedung Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nias, Sumatra Utara, pada Jumat (22/8/2025) lalu.
Sementara video dosen lempar skripsi mulai jadi perbincangan setelah diunggah akun TikTok @dlauwkaris, pada Minggu (24/8/2025).
Pada awal rekaman terlihat sejumlah mahasiswa laki-laki tampak mendatangi meja dosennya.
Dosen wanita kemudian membuang skripsi mahasiswanya ke lantai.
Melihat itu, anak didik sang dosen tidak terima.
"Kenapa di buang ibu?," tanya seorang mahasiswa.
Mahasiswa lain turut emosi dan menanyakan hal serupa.
Kondisi semakin memanas, bahkan membuat seorang mahasiswa tampak menggebrak meja.
Mahasiswa dengan lantang mempertanyakan keberadaan dosennya.
Mereka merasa kesulitan untuk melakukan bimbingan skripsi.
"Dimana ibuk satu minggu?"
"Jangan dipersulit mahasiswa," ujar mahasiswa.
2. Bambang Tri Terpidana Kasus Ijazah Jokowi Bebas Bersyarat, Proses PK di MA Tetap Lanjut

Bambang Tri Mulyono, terpidana kasus kasus ujaran kebencian, pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta penistaan agama bebas bersyarat pada Selasa (26/8/2025).
Bambang Tri Mulyono dipulangkan dari Lapas Kelas IIA Sragen pada pukul 05.30 WIB, jauh lebih awal dari jadwal penjemputan yang telah disepakati bersama tim kuasa hukumnya.
Bambang sebelumnya divonis empat tahun penjara atas tuduhan menyebarkan hoaks terkait ijazah Joko Widodo.
Bambang Tri bebas bersyarat berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor PAS-951.PK.05.03 Tahun 2025 tentang Pembebasan Bersyarat Narapidana, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada 12 Juni 2025.
Pembebasan bersyarat itu diberikan, setelah Bambang Tri dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan substantif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Mohamad Maolana mengatakan pembebasan bersyarat tersebut merupakan salah satu hak warga binaan, yang diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan juga Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 tahun 2022.
Menurutnya, pembebasan bersyarat tersebut diberikan kepada Bambang Tri Mulyono melalui proses penilaian yang ketat.
3. Membandingkan Rumah Masa Kecil dengan Rumah Pengusaha Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN

Total Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Mohammad Ilham Pradipta (37).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi tidak menjelaskan secara rinci siapa saja yang telah ditangkap.
Pun demikian terkait peran dari masing-masing pelaku belum dapat diungkap.
Sebelumnya, polisi menangkap delapan pelaku kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN di Cempaka Putih Jakarta Pusat.
Kedelapan pelaku itu adalah EW alias Eras, AT, RS, RAH, C, DH, YJ dan AA.
AT, RS, dan RAH ditangkap di kawasan Jakarta Pusat sedangkan RW diamankan di sebuah bandara di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk DH (Dwi Hartono), YJ dan AA ditangkap di daerah Solo, Jawa Tengah. Lalu pelaku berinisial C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Dari 15 orang ini, ada satu orang yang paling disorot yakni Dwi Hartono yang adalah pengusaha sukses asal Jambi.
4. Pengakuan Ayah Brigadir Esco soal Kejanggalan Kematian Anaknya di Lombok: Ada Organ Tubuh Hilang

Ayah Brigadir Esco Fasca Rely, Samsul Herawadi, meyakini anaknya menjadi korban pembunuhan.
Brigadir Esco Fasca Rely merupakan anggota Intel Polsek Sekotong, Lombok Barat.
Brigadir Esco sebelumnya ditemukan tewas di sebuah perbukitan wilayah Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (24/8/2025) siang.
Jasad Brigadir Esco ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak, wajah rusak, dan leher terjerat tali.
Penemuan tersebut, mengundang perhatian masyarakat luas. Mengingat, jasad korban adalah aparat kepolisian, sementara istrinya, Briptu Rizka Sintiyani, bertugas menjadi Bhabinkamtibmas di Lembar.
Pihak keluarga, yakni ayah Brigadir Esco menduga, anaknya dibunuh orang lantaran banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi.
Bahkan, Samsul Herawadi menyebut, ada organ tubuh yang hilang pada jasad sang anak.
"Sangat-sangat banyak (kejanggalan). Kalau ditanya hal kejanggalan sangat banyak karena ada anggota tubuh, organ tubuh yang hilang," jelas Samsul kepada Tribun Lombok, Rabu (27/8/2025).
Samsul menambahkan, ketika dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Polres Lombok Barat, dirinya dibacakan mengenai penyebab kematian Brigadir Esco.
5. Oknum TNI AL Aniaya Warga hingga Tewas: Dipukul Pakai Cangkul, Keluarga Minta Tolong Panglima TNI

Kasus oknum anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) aniaya warga hingga tewas dilaporkan terjadi di Kota Pekanbaru, Riau.
Pelaku dalam kasus ini adalah oknum TNI AL berpangkat Lettu berinisial MZ, sedangkan korbannya tewas Gunawan dan korban luka-luka Suprianto.
Keduanya dianiaya oleh Lettu MZ usai diduga mencuri buah sukun di depan SDN 13/2, RW 01, Kuantan Satu, pada 15 Agustus 2025 lalu.
Pihak keluarga Gunawan kini meminta pertolongan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto guna mendapatkan keadilan.
Sementara Lettu MZ sudah diamankan Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpom Lanal) Dumai, Riau.
Berikut fakta-fakta oknum TNI AL di Pekanbaru dirangkum Tribunnews.com, Rabu (27/8/2025):
Kronologi kejadian
Kasus bermula saat kedua korban mengambil 10 buah sukun di lahan kosong yang tidak jauh dari rumahnya.
Belakangan terungkap, lahan tersebut adalah milik Lettu MZ.
Oknum TNI AL itu langsung menangkap Gunawan dan Suprianto untuk dibawa ke rumahnya.
Keduanya kemudian dianiaya menggunakan cangkul hingga gagang senjata api.
(Tribunnews.com)
Sumber: TribunSolo.com
Berita Populer Hari Ini
5 Populer Nasional: PBNU Pertanyakan Anggaran Sekolah Gratis, Oegroseno Semprot Bareskrim |
---|
5 Populer Regional: Sosok Lucas Valentino Joki UTBK 2025 - Viral Grib Jaya Kalteng Tutup Pabrik |
---|
5 Populer Nasional: Foto Wisuda Jokowi Disebut Editan, Eks Menpora Dilaporkan ke Polisi |
---|
5 Populer Nasional: Bunker Penyiksaan, Sosok Kader Demokrat Pemilik 7 Mobil Terbakar |
---|
5 Populer Regional: Kelakuan Dokter Kandungan Cabul - Jokowi Tunjukkan Ijazahnya ke Wartawan |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.