Minggu, 31 Agustus 2025

Transformasi Sungai Kuantan Riau: Dari Tambang Ilegal ke Arena Pacu Jalur

Sungai Kuantan kembali jernih usai operasi PETI. Pacu Jalur hidup lagi, budaya Melayu dan ekosistem sungai mulai pulih.

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com/Taufik Ismail
PACU JALUR - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membuka Festival Pacu Jalur 2025 di Sungai Kuantan, Kuansing, Riau, Rabu (20/8/2025). Perahu tradisional mulai melaju di hadapan ribuan warga yang memadati tepian sungai, banyak di antaranya mengenakan pakaian adat Melayu. 

"Sangat luar biasa, patut kita apresiasi kerja Polda Riau ini. Air Sungai Kuantan kembali jernih dan menjadi tempat bermain warga setempat. Luar biasa Jenderal, sebuah capaian dengan dimensi luas, akan senantiasa dikenang baik. Insya Allah akan menjadi amal ibadah,” kata Datuk Taufik, Kamis (28/8/2025). 

Ia menilai keberhasilan itu bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan juga menyelamatkan budaya dan identitas Melayu. 

"Air sungai adalah cermin kehidupan orang Melayu. Jika sungai rusak, budaya ikut rusak. Alhamdulillah, Sungai Kuantan kini kembali jernih,” tambahnya.

LAMR menegaskan apa yang dilakukan Polda Riau memiliki nilai ekologis sekaligus budaya. Sungai yang bersih akan menjaga keberlangsungan Pacu Jalur sebagai event budaya terbesar di Riau

"Ini bukan hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga menyelamatkan marwah orang Melayu,” tegas Datuk Seri Taufik.

Nada serupa juga disampaikan Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, yang menilai kerja keras Polda Riau telah memberikan hasil nyata bagi masyarakat Kuansing. 

Mewakili masyarakat Kuansing, Bupati mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Riau dan seluruh jajaran yang sudah menginisiasi Operasi PETI yang dampaknya kini bisa dirasakan masyarakat dan kemudian viral menjadi konten positif bagi publik luas.

Menurutnya, Sungai Kuantan ini adalah urat nadi kehidupan dan marwah orang Kuansing. Kini airnya kembali jernih, masyarakat kembali bisa menikmati sungai, dan Pacu Jalur sebagai budaya besar kita bisa digelar dengan penuh makna. 

"Ini bukti nyata kerja keras kepolisian untuk lingkungan dan budaya. Kini Sungai Kuantan kembali menjadi kebanggaan masyarakat. Anak-anak berenang, ikan kembali hidup, wisatawan berdatangan, dan budaya Pacu Jalur kembali bermakna," ujar Suhardiman.

Operasi PETI Polda Riau pun terbukti bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga upaya melestarikan lingkungan dan menjaga warisan budaya.

Namun, pasca Festival Pacu Jalur, aktivitas PETI dilaporkan kembali muncul di beberapa titik seperti Desa Koto Lubuk Jambi dan Pulau Binjai. Hal ini memicu kekhawatiran publik soal konsistensi penegakan hukum dan perlindungan lingkungan.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan