Senin, 4 Mei 2026

Banjir di Denpasar Bali

Cerita Korban Banjir di Bali, Bertahan Berjam-jam di Atas Plafon Bersama Bayi 4 Bulan

Inilah cerita korban selamat dari banjir di Denpasar, Bali. Saimah bersama kedua anaknya harus naik ke atas plafon rumah dan menunggu dievakuasi

Tayang:
TRIBUN-BALI.COM/NI LUH PUTU WAHYUNI SARI
PENGUNGSI BANJIR DENPASAR - Saimah (27) warga pengungsi akibat banjir di Jalan Siulan, Denpasar, Bali, bersama anaknya berumur 4 bulan, Kamis (11/9/2025). Inilah cerita korban selamat dari banjir di Denpasar, Bali. Saimah bersama kedua anaknya harus naik ke atas plafon rumah dan menunggu dievakuasi 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah titik di Kota Denpasar, Bali terdampak banjir yang disebabkan oleh hujan sejak Selasa hingga Rabu (9-10/9/2025).

Total ada 127 titik banjir yang terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Badung, Tabanan, Jembrana, dan Karangasem.

Di Kota Denpasar sendiri ada 81 titik banjir, sementara di Gianyar ada 14 titik, Badung 12 titik, dan empat titik di Karangasem.

Sedangkan di Tabanan dan Jembrana masing-masing delapan titik banjir.

Warga yang terdampak banjir pun harus mengungsi sementara di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah.

Seperti Saimah (27) dan suaminya, Hendra (38) yang mengungsi di Posko Bencana Banjir Banjar Tohpati, Kertalangu, Denpasar.

Saat banjir terjadi, Saimah harus bertahan berjam-jam di plafon rumahnya bersama kedua anaknya yang masih berusia enam tahun dan empat bulan.

Kepada Tribun-Bali.com, ia menceritakan, awalnya ia tak sadar banjir terjadi.

Saat itu, ia dan keluarga kecilnya tengah tertidur di kos tempat mereka tinggal di Jl Siulan, Denpasar.

Di tengah tidurnya, ia terbangun karena kamarnya kemasukan air.

Namun, saat pintu dibuka, tiba-tiba air dalam volume besar langsung masuk ke dalam tempat kosnya.

Baca juga: Anggota Komisi VIII DPR: Banjir Bali Jadi Alarm Keras Sistem Mitigasi Bencana Kita Masih Lemah

“Pas pintu dibuka saya kaget air yang besar langsung masuk ke dalam kamar kami."

"Suami langsung gendong anak saya yang umur 6 tahun dan diletakkan di atas kompor karena tempatnya agak tinggi. Di sana anak saya yang umur 6 tahun teriak-teriak ketakutan menangis,” ucap, Saimah, Kamis (11/9/2025).

Lima jam lamanya ia menunggu di atas plafon bersama keluarganya untuk menunggu dievakuasi.

Selama menunggu evakuasi, ia dihantui rasa takut apabila air akan lebih tinggi lagi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved