Dugaan Rasisme Berujung Kerusuhan di Yalimo Papua: 30 Kios & Rumah Terbakar, 200 Warga Mengungsi
Perselisihan akibat dugaan ujaran rasisme terjadi di Yalimo Papua. Akibatnya puluhan rumah dan kios terbakar dan membuat warga mengungsi.
Di sisi lain, belum diketahui apakah kericuhan ini turut menimbulkan korban jiwa.
Cahyo mengungkapkan berdasarkan informasi awal yang diterima pihaknya, kerusuhan diduga dipicu oleh dua siswa yang tengah duduk satu meja.
Lalu, ujaran rasisme diduga menjadi pemantik kerusuhan yang meluas hingga ke luar lingkungan sekolah.
Cahyo juga mengungkapkan pesan dari Kapolda Papua, Irjen Petrus Patrige Rudolf Renwarin, agar warga menahan diri dan tidak terprovokasi.
“Negara hadir untuk menegakkan hukum dan menjaga persaudaraan. Kita semua adalah satu keluarga besar, tanpa membedakan suku, agama, atau warna kulit,” katanya.
Ratusan Warga Mengungsi
Kerusuhan yang terjadi pun mengakibatkan ratusan warga yang berstatus sebagai perantau harus mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya.
Para pengungsi pun ditampung di tenda di kawasan Polres Jayawijaya mulai Rabu (17/9/2025) hari ini.
Berdasarkan pantauan Tribun Papua, sebagian pengungsi hanya membawa barang bawaan seadanya.
Wakapolres Jayawijaya, I Wayan Laba, menyebut hingga Rabu sore pukul 17.37 WIT, total ada lebih dari 200 orang yang mengungsi.
“Sejak kemarin hingga hari ini sudah ada sekitar 200-an warga yang tiba. Hingga saat ini belum ada laporan tambahan pengungsi yang masih dalam perjalanan,” jelasnya.
Sebagian artikel telah tayang di Tribun Papua dengan judul "BREAKING NEWS: Yalimo Bergejolak, Pelajar Bakar Kios Akibat Dugaan Rasisme"
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Papua/Noel Iman Untung Wenda/Taniya Sembiring)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kerusuhan-di-Yalimo-Papua.jpg)