Modus Bendahara Desa Petir Gondol Dana Desa: Dikirimkan ke Staf hingga Rekening OB yang Meninggal
Modus bendahara di Serang yang menggondol dana desa Rp1 miliar terungkap. Ternyata dia turut mengirimkan dana itu ke rekening staf serta OB.
TRIBUNNEWS.COM - Terungkap modus yang digunakan oleh bendahara Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, berinisial YS untuk menggondol dana desa sebesar Rp1 miliar.
Ternyata, YS sempat mentransfer uang tersebut ke beberapa rekening milik staf desa. Bahkan, uang itu turut dikirimkan ke rekening milik office boy (OB) yang sudah meninggal dunia.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Petir, Iim Nurhiman.
Dia mengungkapkan hal itu diketahui setelah pihaknya berkoordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan hingga pendamping desa untuk melakukan investigasi.
Iim mengatakan nominal uang yang dikirimkan oleh YS ke rekening beberapa staf desa bervariasi.
Namun, sambungnya, uang yang berada di rekening YS tetap yang terbanyak yakni mencapai Rp900 juta.
"Yang paling mencolok dana itu ada salah satu ke OB yang sudah meninggal. Itu kemudian dimasukan ke rekening dia sekitar 300 ATM nya itu dipegang oleh YS."
"Terus ada lagi sekitar 600 juta ke rekening YS dan ada juga 2 orang staf yang pertama 150 lebih dan yang kedua hanya Rp 27 juta itupun sudah diselesaikan," katanya pada Rabu (15/10/2025), dikutip dari Tribun Banten.
Baca juga: Bendahara di Serang yang Bawa Kabur Dana Desa Diduga Palsukan Tanda Tangan Kades
Iim mengakui bahwa pihaknya belum bisa mengawasi aliran dana desa tersebut karena belum digunakan untuk program yang sudah ditentukan.
"Perlu kami jelaskan juga uang ini masih adanya di kas desa, belum bisa kita awasi sepenuhnya. Karena BPD sendiri memang ada tugas pengawasan cuma belum digelontorkan untuk kegiatan tersebut," terangnya.
YS Diduga Turut Palsukan Tanda Tangan Kades
Modus lain pun turut diungkap oleh Kepala Desa (Kades) Petir, Wahyudi yang menyebut YS turut memalsukan tanda tangannya.
Dia mengungkapkan hal itu diketahui setelah dirinya mengonfirmasi ke pihak pemerintah kecamatan.
Wahyudi mengatakan tanda tangannya dipalsukan YS agar dana desa tersebut bisa segera dicairkan.
"Ketahuan setelah saya dikonfirmasi oleh supervisor kecamatan termasuk pendamping desa, karena pada saat itu dana untuk kegiatan fisik itu sudah dikeluarkan. Saya tidak merasa memerintahkan dana itu dikeluarkan," kata Wahyudi, Rabu.
"Bahkan saya kaget juga tanda tangan saya dipalsukan oleh dia, pengambilan tanpa sepengetahuan saya," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kantor-Kepala-Desa-Petir.jpg)