Sabtu, 18 April 2026

Berdamai dengan Siswa yang Ditampar, Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak Akan Menjabat Lagi

Gubernur Banten Andra Soni memastikan Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Dini Pitri, hanya dinonaktifkan sementara. 

Editor: Erik S
Tribun Banten/Muhammad Rifky Juliana
SALING MEMAAFKAN - Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Bannten, Dini Fitria dan siswa yang ditamparnya saat merokok berinisial I akhirnya saling memaafkan. Momen ini terjadi setelah mereka dipertemukan oleh Gubernur Banten, Andra Soni di kantornya, Rabu (15/10/2025). Belum diketahui apakah laporan orang tua I akan dicabut atau tidak setelah adanya momen saling memaafkan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Banten sebut Dini Pitri hanya dinonaktifkan sebagai kepala sekolah
  • Dini Pitri telah diminta lagi menjadi kepala sekolah SMAN 1 Cimarga
  • Ahmad mengaku ditunjuk sebagai Plh Kepsek SMAN 1 Cimarga

 

TRIBUNNEWS.COM, LEBAK- Kepala sekolah nonaktif SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Dini Pitri telah saling memaafkan dengan siswanya (ILP). Dini Pitri dinonaktifkan buntut aksinya menampar ILP karena ketahuan merokok.

Gubernur Banten Andra Soni memastikan Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Dini Pitri, hanya dinonaktifkan sementara. 

Andra mengatakan penonaktifan tersebut dilakukan untuk menormalkan kembali suasana di sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan seperti biasa.

Baca juga: Dipertemukan Gubernur Banten, Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak dan Siswanya Saling Memaafkan

"Keputusan Disdik (menonaktifkan Dini Pitri) agar semua kembali normal dalam proses pembelajaran. Sifatnya bukan hukuman atau pemberhentian, hanya penonaktifan sementara," kata Andra kepada wartawan di Serang, Rabu (15/10/2025).

Menurut Andra, selama dua hari terakhir situasi di sekolah tidak terkendali karena guru-guru kesulitan mengarahkan siswa masuk ke kelas.

"Bahkan sudah muncul rasa tidak hormat kepada guru dari siswa. Tidak boleh lama-lama dan harus kita pulihkan kembali, harus didukung oleh semua guru dan semua murid," ujarnya.

Andra menilai aksi mogok belajar yang dilakukan sekitar 630 siswa tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan tanggung jawab atas keberlangsungan kegiatan belajar tidak hanya berada di pundak kepala sekolah.

"Keberlangsungan belajar mengajar di sekolah itu tanggung jawab seluruh pihak, bukan hanya kepala sekolah, tapi juga wali kelas, TU, dan yang lainnya, termasuk tanggung jawab gubernur," ujarnya.

Diminta Aktif

Andra mengaku telah meminta langsung kepada Dini Pitri untuk kembali memimpin sekolah. Ia menilai jika nanti muncul penolakan, berarti ada persoalan lain yang harus diselesaikan.

"Saya sampaikan, Bu (ke Dini), saya bisa saja memindahkan Ibu kemarin. Tapi presidennya bagaimana? Tidak saya pindahkan, Ibu kembali ke sana," ujar Andra.

Ia juga memahami tindakan Dini yang menegur keras murid hingga menampar merupakan bentuk kepedulian seorang guru terhadap anak didiknya.

"Bu Dini mengakui ada terselip emosi, tapi bukan emosi untuk mencederai. Itu bentuk niat baik guru kepada murid. Masa iya ada murid merokok tidak ditegur? Sekolah bukan tempat merokok. Bukan hanya siswa, guru pun tidak boleh merokok," kata Andra.

Baca juga: Kesaksian Guru terkait Kepsek SMAN 1 Cimarga Lebak Pukul Siswa: Kalau Marah Suka Meluap-luap

"Jadi ini pelajaran buat semua guru kita. Jangan sampai kejadian begini membuat guru takut menegur murid, nanti dilaporin ke polisi," tambahnya.

Dindik Tunjuk PLH

Ahmad Subakin ditujuk oleh Dinas Pendidikan atau Dindik Provinsi Banten, menjadi Kepsek SMA Negeri 1 Cimarga.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved