Jumat, 10 April 2026

Dipertemukan Gubernur Banten, Kepala SMAN 1 Cimarga Lebak dan Siswanya Saling Memaafkan

Dalam pertemuan tersebut keduanya saling memaafkan. Diketahui, Dini Fitria menempeleng ILP karena ketahuan merokok.

Penulis: Erik S
TribunBanten.com/M. Rifky
SALING MEMAAFKAN- ILP (17), siswa SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Banten, bertemu dengan kepala sekolah nonaktif Dini Fitria pada Rabu (15/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • ILP (17) dan kepala sekolah Dini Fitria saling memaafkan
  • Pertemuan tersebut difasilitasi Gubernur Banten Andra Soni
  • Siswa yang merokok akan diberi sanksi

 

TRIBUNNEWS.COM, SERANG - ILP (17), siswa SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Banten, bertemu dengan kepala sekolah nonaktif Dini Fitria pada Rabu (15/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut keduanya saling memaafkan. Diketahui, Dini Fitria menempeleng ILP karena ketahuan merokok.

Penyampaian permohonan maaf itu difasilitasi langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, di ruang kerjanya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Baca juga: Pengakuan ILP, Siswa SMAN 1 Cimarga Diduga Ditampar Kepala Sekolah, Sebut Ada Kata Kasar Terlontar

"Ibu, saya minta maaf karena sudah membuat kesalahan yang fatal," ujar Indra dengan nada penyesalan.

Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, juga menyampaikan permohonan maaf, dan harapan agar permasalahan tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf terkait kata-kata ibu. Semoga di hati Indra lukanya nanti hilang," katanya.

Dini juga mengingatkan Indra agar meneladani pesan Gubernur Andra Soni

Dia juga mendoakan muridnya itu menjadi pribadi yang sukses.

"Pak Gubernur telah memberikan pengajaran tentang keikhlasan."

"Mudah-mudahan Indra bisa legowo, dan ibu doakan Indra sukses," ucap Dini.

Dini mengatakan, tindakannya menegur siswa yang merokok di sekolah dilakukan sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moral seorang guru.

“Tidak ada guru ingin menganiaya muridnya. Bahwa hari itu terjadi begitu saja, refleks, dan sebagaimana pun seorang guru kepada muridnya itu adalah bentuk kasih sayangnya,” kata Dini.

Dini menjelaskan, guru hanya dapat membina dan mengawasi siswa di sekolah mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB, selebihnya menjadi tanggung jawab orangtua di rumah

Dini mengakui ada kekhilafan dalam insiden tersebut.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved