Legislator Gerindra Desak KLH Tinjau Ulang Penutupan Usaha di Puncak: Dampaknya Luar Biasa
Penutupan usaha wisata di Puncak Bogor oleh KLH berdampak besar. Ribuan warga terdampak, ekonomi lokal terpukul hebat.
Puncak Sebagai Ikon Wisata Nasional
Mulyadi menilai kawasan Puncak merupakan salah satu ikon wisata nasional yang harus dijaga bersama. Ia mengingatkan bahwa stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat harus menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan.
“Pemerintah jangan membuat keputusan yang bikin gaduh. Kalau niatnya mengabdi, ayo duduk bersama. Jangan sampai masyarakat dan pelaku wisata dianggap musuh,” kata anggota DPR tiga periode dari daerah pemilihan Bogor itu.
Ia juga mengaku telah membuka posko di beberapa titik untuk menampung aspirasi masyarakat agar situasi tidak semakin memanas. “Saya buka posko supaya aspirasi masyarakat tersalurkan. Kalau tidak ditampung, bisa meledak di jalan. Sudah banyak spanduk dan rencana aksi demo,” ujarnya.
Investasi Harus Didukung, Asal Taat Aturan
Sebagai wakil rakyat dari Bogor, Mulyadi menegaskan bahwa dirinya mendukung investasi yang bertujuan menggerakkan ekonomi daerah, selama sesuai dengan peraturan dan tidak merusak lingkungan.
“Siapa pun yang mau investasi dan taat regulasi, saya apresiasi. Karena itu membuka lapangan kerja dan menambah pendapatan daerah. Negara kita saja susah mencari investor, jadi kalau ada yang mau tanam modal di Puncak, harusnya kita jaga,” tegasnya.
“Kita berterima kasih pada pemerintah yang menertibkan pelanggaran. Tapi jangan semua dipukul rata. Puncak ini bukan hanya tempat wisata, tapi juga sumber kehidupan masyarakat,” tutup Mulyadi.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penutupan-usaha-wisata-di-Puncak-Bogor-picu-keresahan-warga.jpg)