Kamis, 21 Mei 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Teror KKB di Nabire, Korban Selamat Setelah Lompat ke Jurang

KKB Aibon Kogoya kembali beraksi di Nabire. Satu warga tewas, empat polisi luka. Kapolda Papua Tengah turut diserang.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Ketegangan di Nabire — aparat keamanan berjaga di sekitar lokasi penembakan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Semen, Distrik Nabire Barat, Papua Tengah, Jumat (17/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali meneror warga.  

KKB adalah istilah yang digunakan pemerintah Indonesia untuk menyebut kelompok separatis bersenjata di Papua. Kelompok ini sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Indonesia.

KKB bertujuan menuntut pemisahan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa kelompok menginginkan kontrol lebih besar atas pemerintahan lokal. Papua kaya akan tambang dan hasil bumi, yang menjadi sumber konflik. 

Mereka menuntut pengakuan atas budaya dan hak-hak masyarakat adat Papua. Ada tuntutan atas penyelesaian pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu. 

Dampak keberadaan KKB banyak warga sipil, anggota TNI/Polri, dan bahkan pekerja sipil menjadi korban. Serangan terhadap fasilitas umum dan transportasi.

Aktivitas KKB menyebabkan ketidakstabilan di beberapa wilayah Papua. Masyarakat lokal mengalami ketakutan dan tekanan mental akibat konflik. Proyek pembangunan sering terhambat karena ancaman keamanan.

Kali ini insiden mencekam terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Jumat 17 Oktober 2025. Lokasi kejadian berada di Kilo 20, Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire.

KKB yang diduga dipimpin oleh Aibon Kogoya, tokoh yang dikenal aktif dalam aksi bersenjata di wilayah Papua.

Aibon Kagoya cs melakukan penembakan brutal terhadap warga sipil dan aparat kepolisian. Serangan ini menewaskan satu warga dan melukai empat polisi.Korban terkena tembakan telah dievakuasi ke RSUD Nabire Jalan R.E. Martadinata, Siriwini, Distrik Nabire.

Namun dibalik kejadian ini, ada cerita tragis yang dialami oleh Braen bersama dua rekannya.

Mereka merupakan korban yang selamat dari sejumlah korban yang tertembak dari KKB di Kali Semen.

Braen bercerita, sebelumnya mereka semua dari Siriwo menggunakan satu mobil untuk turun ke Nabire kota.

Namun dalam perjalanan, tepat di tanjakan kali semen, tiba-tiba kendaraan mereka dihadang oleh sekelompok orang, dan akhirnya mobil berhenti.

Saat dihadang, Braen bilang, terlihat ada tiga orang yang menenteng senjata laras panjang, sementara yang lainnya pegang parang.

Lanjut Braen, saat dihadang, mobil yang ditumpangi mereka ini stop.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved